Masyarakat Desak Kejari Pringsewu, Panggil Kakon Pandan Sari Diduga Korupsi Dana Desa

 Editor: M.Ismail 

Pringsewu (HO) – Masyarakat Pekon Pandan Sari Kecamatan Kecamatan Sukoharjo, mendesak Kejari Pringsewu untuk menindaklanjuti dan memanggil Eko Prayoto terkait adanya dugaan korupsi Dana Desa tahun 2020 yang nilainya mencapai Ratusan juta rupiah.

“Kami mendesak Kejari Pringsewu untuk segera menindaklanjuti dan memanggil Eko Prayoto Kakon Pandan Sari, terkait penyalahgunaan Dana Desa, karena disinyalir ada penyimpangan yang merugikan negara,” ungkap masyarakat setempat, Sabtu (9/10/2021).

Dia mengutarakan sebelumnya Inspektorat setempat, akan segera mempelajari dan menindaklanjuti adanya dugaan tersebut, dan pihak nya akan memberikan keterangan yang sebenarnya jika Inspektorat dan aparat penegak hukum memerlukan keterangan mereka.

“Jika nanti diperlukan keterangan, kami masyarakat Pekon Pandan Sari siap menjelaskan dan menguraikan apa saja yang menjadi dugaan penyimpangan Dana Desa yang ada di Pekon Pandan Sari,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPP Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Brigade Anak Negeri Kawal Indonesia (BANKI) Provinsi Lampung, Randy Septian mengatakan dengan adanya laporan LSM BANKI kepada Inspektorat terkait dengan adanya Indikasi Korupsi Dana Desa yang nilainya mencapai ratusan rupiah, berharap pihak Inspektorat segera mempelajari dan menindaklanjuti secara profesional.

Baca Juga:  Bupati Lampung Tengah, Bersama Ribuan Masyarakat Kali Rejo Gelar Jalan Sehat Bersama

“Dan jika nanti ditemukannya kerugian negara agar segera direkomendasikan kepada aparat penegak hukum khususnya Kejaksaan Negeri Pringsewu maupun Polres Pringsewu, Untuk segera diproses sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan masyarakat Pekon Pandansari Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan pengumpulan data (Puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) terhadap Eko Prayoto karena diduga Korupsi anggaran dalam penggunaan Dana Desa tahun 2020 hingga ratusan juta rupiah.

Diketahui dalam penggunaan anggaran Dana Desa diduga tidak sesuai dengan realisasi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) tahun 2020. Untuk tahap 1 Pelaksanaan Pembangunan Desa Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan taman Bermain Anak Milik Desa senilai Rp. 65.439.100, kemudian Rehabilitasi Peningkatan Monumen Gapura Batas Desa senilai Rp. 70.283.500, begitu Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Balai Desa Balai Kemasyarakatan sebesar Rp. 74.287.500.

Baca Juga:  Menang Telak, Tim Futsal PWI Lampung Gulingkan TIm Kalimantan Utara 6-0

“Apalagi untuk dana Pemberdayaan Masyarakat Desa pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pasar Desa Kios milik Desa sebesar Rp. 231.255.500 itu kemana anggarannya,” ungkap salah satu masyarakat setempat yang minta namanya dirahasiakan kepada Handalonline.com, Rabu (25/8/2021).

Dia juga mempertanyakan pihak desa juga menganggarkan untuk Pemeliharaan Taman Bermain Anak Milik Desa sebesar Rp. 41.160.000 pada tahap 2, anggaran itu juga kemana.

“Anehnya lagi pada tahap 3 kembali dianggarkan untuk Pemeliharaan Taman Bermain Anak Milik Desa sebesar Rp. 51.480.000, kemana anggaran itu,” tanya dia.

Sementara itu Kepala Pekon Pandan Sari Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Eko Prayoto, beberapa kali dikonfirmasi di kantornya tidak pernah ada ditempat, begitu juga ketika di hubungi melalui telpon seluler tidak aktip. (Indra Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here