Minggu, Mei 10, 2026

Bupati Pesawaran Tinjau Langsung, Penerapan Prokes Tempat Wisata

Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran beserta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Satgas penanganan covid-19 tingkat kabupaten, mengecek secara langsung penerapan protokol kesehatan (Prokes) di tempat wisata yang ada di Pesisir Bumi Andan Jejama.

Ketua Satgas covid tingkat Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, pihaknya telah menekankan kepada seluruh pelaku usaha tempat wisata yang ada agar dapat mengangaktifkan satgas covid-19 lokal yang dimiliki tempat wisata.

“Kalau ada tim satgasnya sendiri saya yakin prokes di tempat wisata ini dapat berjalan dengan baik tidak seperti ini. Hari ini saya melihat masih ada kerumunan pengunjung, kalau ada tim satgas sendiri yang mengontrol kan bisa menegur pengunjung yang berkerumun secara langsung, jangan menunggu tim dari kabupaten turun baru penerapan prokes,” ujarnya saat mengunjungi lokasi wisata Pantai Mutun dan Pantai Putra Mutun. Minggu (10/10/2021).

Baca Juga:  Pemprov Lampung Deklarasikan SPMB 2026/2027 Bersih dan Transparan, Usung Semangat “No Titip, No Jastip”

Dirinya mengatakan, selain membentuk tim satgas, para pelaku tempat wisata juga wajib menanyakan kepada para pengunjung terkait dengan kartu vaksin.

“Pemkab telah mengeluarkan surat edaran tentang izin pembukaan tempat wisata di tengah pandemi, ada beberapa point yang harus dipenuhi, salah satunya pengunjung harus menunjukan kartu vaksin maupun aplikasi vaksin  kepada petugas penjaga,” ujar dia.

“Tadi saya sudah menanyakan langsung kepada pengunjung, rata-rata mereka sudah di vaksin semua, meskipun begitu itu bukan menjadi alasan pengunjung tidak menerapkan prokes di lokasi wisata,” kata dia.

Baca Juga:  Koperasi Desa Merah Putih Masuk Tahap Pembangunan, Pemerintah Desa Batu Balak Dukung Penuh Program Presiden

Dendi juga mengatakan, akan kembali menutup lokasi wisata apabila para pelaku wisata tidak membuat tim satgas covid lokal di tempat wisata.

“Bagi para pelaku yang membandel dan tidak mengindahkan peraturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, mau tidak mau saya harus menutup lagi, karena ini demi kepentingan dan keselamatan masyarakat saya,” katanya.

“Kalau lokasi wisata ditutup lagi kan kasian masyarakat yang mencari nafkah di lokasi wisata, maka dari itu saya meminta kerja sama yang baik dari semua pihak agar bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus corona di Kabupaten Pesawaran, sehingga perekonomian tetap berjalan dan kesehatan masyarakat juga dapat terjaga,” ujarnya. (Red)

Berita Populer

Prof. Firmanto Laksana di PKPA UBL: PERADI Adalah ‘Single Bar’ yang Konstitusional

Bandar Lampung (HO) - Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) kembali menegaskan posisinya sebagai satu-satunya wadah tunggal (single bar) organisasi advokat yang sah secara konstitusional di...

Bangun Dunia Kerja Inklusif, Kemnaker Siap Dampingi Perusahaan Serap Tenaga Kerja Disabilitas

Blitar (HO) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan hak kerja penyandang disabilitas di sektor industri melalui penciptaan lingkungan kerja yang...
error: Content is protected !!