Bandar Lampung (HO) – Kesehatan ibu hamil menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan derajat kesehatan masyarakat. Guna memberikan pengawalan yang optimal sejak masa kehamilan hingga persalinan, UPT Puskesmas Simpur Kota Bandar Lampung resmi meluncurkan program inovasi kesehatan terbaru yang dinamakan ASIH (Aku Sayang Ibu Hamil).
Plt. Kepala Puskesmas Simpur, dr. Dewi Retnosari, mengemukakan bahwa inovasi ASIH ini berfokus pada pendekatan yang lebih humanis dan proaktif dalam memantau kondisi kesehatan ibu hamil di wilayah kerja mereka. Program ini dibentuk untuk mencegah terjadinya komplikasi kehamilan yang berisiko pada keselamatan ibu dan bayi.
“Ibu hamil membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang utuh, tidak hanya dari keluarga tetapi juga dari fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui inovasi ASIH, kami berkomitmen untuk memberikan pendampingan yang maksimal. Kami ingin memastikan tidak ada ibu hamil yang luput dari pemeriksaan antenatal (ANC) sesuai standar,” kata dr. Dewi Retnosari.
Sejalan dengan penerapan integrasi pelayanan kesehatan primer, program ini dikelola secara lintas sektor di bawah pengawasan klaster kesehatan keluarga. Penanggung Jawab Klaster 2 Puskesmas Simpur, Bd. Endang Isti, SST, M.Kes., menjelaskan bahwa inovasi ASIH mengedepankan sistem pemantauan berkala dan edukasi yang mendalam bagi para ibu hamil.
“Di dalam inovasi ASIH, kami memastikan setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan komprehensif, mulai dari pemeriksaan laboratorium terpadu, pemantauan status gizi untuk mencegah Kekurangan Energi Kronis (KEK), hingga perencanaan persalinan yang aman (P4K). Kami juga merangkul para suami dan keluarga agar ikut terlibat aktif dalam menjaga kesehatan psikologis dan fisik ibu hamil,” jelas Bd. Endang Isti.

Sebagai bagian dari komitmen puskesmas dalam menjaga kualitas layanan, inovasi ini juga dipantau secara berkala agar memenuhi standar keselamatan pasien. Koordinator Mutu Pelayanan Puskesmas Simpur, dr. Anindia Putri, menegaskan bahwa penerapan inovasi ASIH wajib sejalan dengan peningkatan mutu klinis di lapangan.
“Tim mutu terus melakukan evaluasi terhadap kepatuhan pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) dari program ASIH ini. Kami mengukur indikator keberhasilannya secara berkala, seperti ketepatan waktu penanganan ibu hamil risiko tinggi dan tingkat kepuasan pasien. Harapan kami, inovasi ini berjalan konsisten dan benar-benar mampu menurunkan angka kematian ibu (AKI) serta bayi (AKB) secara signifikan,” pungkas dr. Anindia.
Melalui kehadiran inovasi ASIH, Puskesmas Simpur berharap dapat menciptakan ekosistem pelayanan kesehatan yang ramah dan aman bagi ibu hamil di Kota Bandar Lampung, sekaligus memastikan lahirnya generasi penerus yang sehat sejak dalam kandungan. (Mira)
