Sabtu, Agustus 15, 2026

Puskesmas Simpur Luncurkan Inovasi ‘TONGKAT’: Manfaatkan Limbah Kertas Jadi Pengganti Kantong Plastik Obat

Bandar Lampung (HO) – Puskesmas Simpur kembali menorehkan langkah inovatif dalam pelayanan kesehatan masyarakat yang berwawasan lingkungan. Kali ini, mereka resmi meluncurkan program inovasi baru bernama TONGKAT (Kantong Obat), sebuah gerakan pemanfaatan limbah kertas berkualitas untuk menggantikan penggunaan kantong plastik obat bagi pasien.

Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian nyata Puskesmas Simpur dalam mengurangi timbunan limbah kertas Puskesmas.

Plt. Kepala Puskesmas Simpur, dr. Dewi Retnosari, menyampaikan bahwa inovasi TONGKAT lahir dari semangat untuk menyelaraskan pelayanan kesehatan dengan kelestarian lingkungan.

“Setiap hari ada ratusan pasien yang menerima obat menggunakan kantong plastik. Melalui TONGKAT, kami mencoba memanfaatkan limbah kertas bersih yang sudah tidak terpakai untuk diolah menjadi kantong obat yang ramah lingkungan. Kami ingin Puskesmas Simpur tidak hanya menyembuhkan masyarakat, tetapi juga ikut menjaga bumi,” ujar dr. Dewi Retnosari.

Tongkat (Kantong Kertas Obat)

Higienis, Aman, dan Mengurangi Sampah Plastik Meskipun menggunakan bahan dari limbah kertas, Puskesmas Simpur memastikan bahwa kantong obat yang dihasilkan tetap memenuhi standar kebersihan dan keamanan farmasi.

Koordinator Pelayanan Farmasi Puskesmas Simpur, apt. Aginta Kurnia Noer, S.Farm, menjelaskan bahwa proses pemilihan dan pembuatan kantong obat ini melalui kontrol yang ketat agar informasi aturan pakai obat tetap tersampaikan dengan jelas kepada pasien.

Pemilahan Bahan: Hanya limbah kertas bersih dan layak pakai yang digunakan agar estetika dan kebersihannya terjaga.

Keamanan Obat: Kantong kertas didesain agar mampu melindungi obat dari paparan cahaya langsung selama perjalanan pulang pasien.

Puskesmas Simpur Luncurkan Inovasi ‘TONGKAT’: Manfaatkan Limbah Kertas Jadi Pengganti Kantong Plastik Obat

Edukasi Aturan Pakai: Informasi etiket obat mengenai dosis dan cara minum obat tetap ditempelkan secara jelas.

“Inovasi TONGKAT ini secara signifikan mengurangi ketergantungan kami pada kantong plastik . Pasien juga merespons dengan sangat positif karena kantong kertas ini tampak rapi dan tentunya jauh lebih ramah lingkungan,” tambah apt. Aginta Kurnia Noer.

Menjaga Mutu dan Standar Pelayanan Kesehatan Sebagai program baru yang berdampak langsung pada pasien, aspek standarisasi dan kenyamanan tidak luput dari pemantauan. Koordinator Mutu Pelayanan Puskesmas Simpur, dr. Anindia Putri, menegaskan bahwa inovasi ini telah lolos uji kelayakan internal sebelum diimplementasikan secara luas.

“Dari kacamata penjaminan mutu, kami memastikan bahwa perubahan kemasan dari plastik ke kantong kertas ini sama sekali tidak menurunkan kualitas pelayanan klinis farmasi. Prosedur penyerahan obat, kejelasan informasi, hingga kepuasan pasien tetap menjadi prioritas utama yang kami evaluasi secara berkala,” tegas dr. Anindia Putri.

Dengan hadirnya inovasi TONGKAT, Puskesmas Simpur berhasil membuktikan bahwa keterbatasan dapat diubah menjadi peluang inovasi yang hijau, hemat, dan tetap menjaga mutu pelayanan prima bagi masyarakat Bandar Lampung. (Mira)

Berita Populer

Semarak HUT RI ke-81, Desa Negeri Sakti Gelar Jalan Sehat, Ratusan Warga Antusias Ikuti Kegiatan

Pesawaran (HO) – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung,...

Pengibaran Merah Putih di Menara 74 Meter, Puslatpurmar 8 Teluk Ratai Kobarkan Semangat Kemerdekaan

Lampung (HO) - Pengibaran Merah Putih dilakukan Prajurit Puslatpurmar 8 Teluk Ratai di puncak Menara Telkomsel setinggi 74 meter di Desa Gebang, Kecamatan Teluk...
error: Content is protected !!