Ribuan Lalat Peternakan Sapi, Serbu Dua Desa Kecamatan Sidomulyo

 Editor: M.Ismail 
Poto Ilustrasi, Ribuan Lalat Peternakan Sapi, Serbu Dua Desa Kecamatan Sidomulyo

Terindikasi Sebarkan Penyakit dan Aktivitas Warga Terganggu

Lampung Selatan (HO) – Ribuan Lalat dari Perternakan Sapi Potong (Cattle Freedlot) PT Juang Jaya Abdi Alam, terletak di jalan Trans Sumatera KM 40 Sidomulyo, menyerbu pemukiman warga Desa Suka Banjar dan Desa Kota Dalam  yang ada di Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung, sehingga terindikasi menyebarkan berbagai penyakit dan aktivitas warga terganggu.

“Semenjak ada peternakan sapi itu pak, kami sangat terganggu, karena ribuan lalat yang datang ke pemukiman warga, menimbulkan ketidaknyamanan kami beraktivitas dan rawan menimbulkan penyakit,” ungkap Nur salah satu warga Desa Kota Dalam, Kamis (19/1/2023).

Lalat -lalat sapi tersebut sudah berjalan cukup lama, sudah bertahun-tahun, namun belum ada tindak lanjut dari pihak peternakan Sapi PT Juang Jaya Abdi Alam yang signifikan, padahal katanya, masyarakat sudah lama menderita gegara ribuan lalat yang datang ke pemukiman.

PT Juang Jaya Abdi Alam, Ribuan Lalat Peternakan Sapi, Serbu Dua Desa Kecamatan Sidomulyo

“Keluhan ini sudah lama kami sampaikan pak, namun dari pihak PT seperti nya tidak mengubris aspirasi kami, apa iya kami mau gelar aksi di Pemkab Lampung Selatan,” ujar nya.

Baca Juga:  Bupati Pesawaran Lantik 4 Kepala Desa, Sobri Hakiki Resmi Jabat Kades Tanjung Agung

Terpisah masyarakat Desa Suka Banjar  RT. 04 RW.04 Lebak Kupang Dusun Sugih Waras juga mengeluhkan persoalan yang sama terkait dengan banyak nya lalat-lalat dari peternakan sapi PT Juang Jaya Abdi Alam.

“Ribuan lalat ini pak, masuk-masuk kedalam rumah, mengerumuni makanan yang telah kami hidangkan untuk makan bersama keluarga, parah nya lagi masuk kamar ketika kami sedang tidur, jadi jika begini dimana letak kenyamanan kami pak,” ucapnya.

Dia berharap dinas terkait baik dari pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat agar dapat mengambil sikap yang tegas, terkait masalah yang timbul oleh peternakan sapi tersebut.

Salah satu pedagang di Desa Sukabanjar juga mengeluh pasalnya dirinya tidak bisa lagi berdagang gorengan maupun es campur dikarenakan lalat-lalat tersebut.

Baca Juga:  Puskesmas Simpur Peringati Hari Gizi Nasional ke-63, Upaya Pencegahan Stunting

“Ini sama saja sudah mengganggu perekonomian masyarakat, saya sangat berharap pemilik peternakan sapi itu bisa turun ke desa kami agar mereka tahu apa yang terjadi, jangan hanya memikirkan diri sendiri namun menyengsarakan masyarakat” sebutnya.

“Apalagi musim penghujan pak, lalat-lalat nya sudah seperti tawon pak, mengeremuni warga maupun makanan kita dalam rumah,” terang nya.

Sementara itu Tama, Humas Peternakan Sapi PT Juang Jaya Abdi Alam ketika dikonfirmasi mengatakan jika dari peternakan sapi sudah melakukan penyemprotan terhadap lalat-lalat yang ada di pemukiman warga baik di Desa Kota Dalam maupun Desa Suka Banjar.

“Coba tanyakan saja dengan warga, kami sudah melakukan penyemprotan, jika ada warga yang komplain silakan saja, mana warganya, menurut saya tidak ada masalah karena kami rutin melakukan penyemprotan dan pembagian obat,” terangnya Kamis (19/1/2023), saat di konfirmasi Media Handalonline.com melalui sambungan telepon seluler.  (Indra Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here