Menjabat Tiga Tahun, Atin Paryitno Diduga Simpangkan DD Untuk Kepentingan Pribadi

 Editor: M.Ismail 
Atin Paryitno Kepala Desa Sinar Jati Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung

Pesawaran (HO) – Kepala Desa Sinar Jati Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, Selama menjabat Tiga tahun selama ini, di duga menyimpangkan Dana Desa hingga ratusan juta rupiah untuk kepentingan pribadi.

Demikian diungkapkan salah satu masyarakat setempat dan mereka mendesak aparat penegak hukum untuk turun kebawah dengan tujuan memeriksa realisasi anggaran Dana Desa dari tahun 2020, 2021 dan 2022.

“Ya selama desa kami dipimpin oleh Atin Paryitno banyak sekali kejanggalan-kejanggalan baik dari infrastruktur pemberdayaan kemudian kemajuan desa bisa kita lihat sendiri Desa Sinar Jati sangat jauh dari kata makmur dibandingkan desa-desa tetangga,” ungkap masyarakat Dusun Sinar Mulya Kepada Handalonline.com Senin (16/1/2023), yang minta nama nya untuk sementara waktu di rahasiakan.

Pada tahun 2020 Pagu Desa Sinar Jati Rp. 889.978.000 banyak masyarakat menduga ada beberapa Item-Item yang dibangun tapi syarat dengan penyimpangan seperti contoh Item Pelatihan Peningkatan Produksi Tanaman Pangan Rp. 45.955.000.

Menjabat Tiga Tahun, Atin Paryitno Diduga Simpangkan DD Untuk Kepentingan Pribadi

“Terkait anggaran tersebut itu tidak dan kalaupun ada saya ini adalah petani jadi bilamana ada pelatihan untuk produksi tanaman pangan saya juga pasti dilibatkan namun biar realisasinya itu tidak ada,” kata masyarakat Dusun Sinar Mulya.

Tidak sampai di situ masyarakat juga mempertanyakan di awal kepala desa memimpin desa ada Item Pembangunan Paving blok Halaman Balai Desa sebesar Rp. 127.852.400.

“Kami selaku masyarakat memang tidak banyak mengerti tentang pembangunan karena memang kami ahli di pertanian namun secara logika saja halaman paving blok tersebut jika menelan anggaran sebesar itu, sudah pasti ada indikasi korupsinya dan itu saja sudah bisa menjadi bahan kami untuk melaporkan ke penegak hukum,” ucap nya.

Masih lanjut masyarakat Dusun Sinar mulya pihaknya juga mempertanyakan terkait Item Pembangunan Paving Blok Dusun Sinar Mulya 100 M dan 50 Rp. 38.649.000 dipertanyakan masyarakat.

Kemudian salah satu masyarakat Dusun Sinar Jati juga mengeluh menurut mereka di pimpin Kades Atin Paryitno desa nya semakin jauh dari kata maju setiap pembangunan.

“Contohnya Item Pembangunan TPT Dusun Sinar Jati 400 M Rp. 49.792.000 pembangunan tersebut sangat tidak bermanfaat bagi masyarakat karena itu hanya dibangunkan siring dan jika menelan anggaran sebesar itu,” cetus nya.

Hal senada juga diungkapkan oleh masyarakat Dusun Sungai Kering mereka mengungkapkan ada Item Sumur Bor Rp. 34.462.900, dirinya yakin jika dalam pelaporan pertanggungjawaban ada indikasi manipulasi.

Baca Juga:  Bupati Pesawaran Lantik 4 Kepala Desa, Sobri Hakiki Resmi Jabat Kades Tanjung Agung

“Selain itu ada Item untuk terselenggaranya pelayanan tanggap darurat bencana
Rp. 69.350.000 dan pembagian bantuan langsung tunai BLT DD Rp. 163.500.000.

“Itu nanti akan kami laporkan kepada aparat penegak hukum terkait item tersebut karena kami duga di situ menjadi tempat ajang korupsi,” terang nya.

Menjabat Tiga Tahun, Atin Paryitno Diduga Simpangkan DD Untuk Kepentingan Pribadi

Kemudian pada tahun 2021 Pagu sebesar Rp. 914.592.000 pihaknya juga sangat yakin pada tahun tersebut banyak sekali indikasi korupsi kolusi dan nepotisme KKN yang dilakukan oleh Kepala desa.

“Seperti Item Kegiatan Konsering Pembangunan PAMSIMAS Rp. 35.000.00 itu kami pertanyakan karena tidak jelas keperuntungannya tidak dirasakan oleh masyarakat manfaatnya itu kami yakin anggaran tersebut untuk kepentingan pribadi kepala desa,” sebut salah satu perwakilan masyarakat

Masyarakat Dusun Karang Rejo juga mempertanyakan terkait Item TPT 300 M yang dianggarkan sebanyak dua kali Tahap 1 Rp. 62.934.000, Tahap 3 Rp. 62.934.000
mereka mengatakan terkait pembangunan tersebut mereka tidak tahu di mana tempat dibangunkannya yang mereka ketahui ada pembangunan orderlagh pun sudah lama pembangunan nya.

“Kami juga mempertanyakan terkait realisasi bantuan langsung tunai (BLT-DD) Rp. 70.500.000 itu tidak disalurkan sebagaimana mestinya,” kata nya.

Masyarakat Dusun Sungai Kering juga mempertanyakan terkait pembangunan sumur bor tahun 2021 Rp. 34.592.000, dirinya tidak tahu dimana letak nya, karena setiap pembangunan di Desa Sinar Jati tidak ada plang maupun pemberitahuan.

“Ada lagi Item yang ada pada tahun 2021 ada Item Galian Drainase sebesar Rp. 11.147.000 dan TPT Dusun Sinar Jati 305 M Rp. 64.239.000, terindikasi bermasalah,” ujarnya.

“Untuk anggaran POS Keamanan desa Covid
Rp. 22.197.000 kemudian Pelatihan Peningkatan Gizi Ibu Hamil Dan Kesehatan Ibu Hamil SDGs 3 Rp. 3.520.000 dan Sosialisasi Dan Penyuluhan Parenting
Rp. 5.895.000 serta Operasional PKK
Rp. 9.000.000, Jadi item-item tersebut pada tahun 2021 itu syarat akan penyimpangan kami yakin itu SPJ nya dimanipulasi,” timpal nya.

Begitu juga perwakilan masyarakat Sinar Mulya mereka juga menanyakan terkait insentif  RT sebanyak 8 RT Rp. 72.000.000,, Kemudian untuk item-item yang di keluhkan ini masih di tahun 2021 terkait
Pencegahan Penyebaran Covid-19
Rp. 14.250.000 dan rumah Isolasi Covid
Rp. 8.900.000.

“Serta Penyelenggaraan Posko PPKM Covid Rp. 9.875.000 ke mana anggaran-anggaran ini,” tanya dia.

Dirinya juga mempertanyakan anggaran tahun 2022 Pagu Rp. 729.615.000 terkait Item
BLT DD Rp. Rp. 147.600.000 dan Kapasitas Satgas Covid 19 yang dianggarkan sebanyak dua kali masing-masing Rp. 10.000.000 dan Rp. 48.194.444.

Baca Juga:  Penilaian PPD, Bupati Pesawaran Paparkan Potensi Bumi Andan Jejama

“Kami selaku masyarakat juga mengeluhkan terkait Item Pelatihan Tentang Membangun ketahanan pangan di Era Pandemi Rp. 10.000.000 itu tidak berjalan sebagaimana mestinya dan menurut kami itu tidak ada pelatihan-pelatihan seperti itu,” cetus nya.

Selain itu lanjutnya, ada Item terselenggaranya pembinaan PKK Rp. 16.090.000 dan Jumlah alat produksi dan pengolahan pertanian yang diserahkan Rp. 19.985.000.

“Terkait dua item ini kami selaku masyarakat menduga itu tidak terlaksana sebagaimana mestinya,” ungkap nya.

Ditambahkan nya ada anggran operasional pemerintah desa Rp. 23.000.000, Rehabilitasi sumur bor Rp. 20.710.000 dan Jalan Usaha Tani Rp. 85.015.000.

“Terkait rehabilitasi apa yang direhab itu sudah jelas tidak kemudian jalan usaha tani itu dibangunkan di dusun apa karena kami selaku masyarakat tidak pernah dilibatkan dalam segi pembangunan, serta bantuan langsung tunai BLT DD  tahun anggaran 2022 Rp. 221.400.000,bahwasanya pembagian tersebut tidak merata dan harus kembali di audit,” terang nya.

Jadi  dia berharap untuk aparat penegak hukum agar dapat turun ke desa dan melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan beserta perangkat desa lainnya yang terlibat dalam pusaran di pemerintahan Desa Sinar Jati.

“Karena kami sangat yakin banyak sekali anggaran yang dimanipulasi dan kami dalam waktu dekat akan meminta bantuan kepada pihak media untuk mengawal kami untuk melaporkan dugaan indikasi ini ke aparat penegak hukum yang ada di Kabupaten Pesawaran,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Desa Sinar Jati Atin Paryitno ketika konfirmasi media Handalonline.com dirinya mengatakan tidak ada yang sempurna di dalam roda kepemerintahan ibarat makan nasi kadang-kadang nasi di piring itu masih tersisa.

“Berita jangan naik dulu jangan bunuh karakter saya karena istri saya sedang mengandung dan saya tidak mau istri saya nanti stres,” ucap nya.

Sehingga media ini memancing kepala desa dan kepala desa pun mengatakan dirinya siap membayar dan memberikan kontribusi untuk menunggu ganti pemberitaan dan meminta pihak media menemuinya di kantor desa dan ingin menanyakan terkait teknis dan mekanis untuk pembayaran kontribusi.

“Jangan seperti itu Jangan bunuh karakter dengan pemberitaan yang kurang baik, kasian sama istri saya karena masih hamil, dan anak anak saya, tapi kalo itu tetap adinda lakukan saya gak bisa apa apa,” pungkasnya.   (Indra Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here