Kejagung  RI Tetapkan Empat Orang Tersangka, Dugaan Korupsi PT Waskita Beton Precast TBK

 Editor: M.Ismail 

Jakarta (HO) – Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus telah menetapkan 4 (empat) orang Tersangka terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyimpangan dan atau Penyelewengan dalam Penggunaan Dana PT. Waskita Beton Precast, Tbk pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2020.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Dr Ketut Sumedana menyebutkan ke empat orang tersangka tersebut yaitu pertama AW selaku Pensiunan PT. Waskita Beton Precast, Tbk. (Mantan Direktur Pemasaran PT. Waskita Beton Precast, Tbk. periode 2016 s/d 2020), kemudian AP selaku General Manager Pemasaran PT Waskita Beton Precast, Tbk. periode 2016 s/d Agustus 2020 dan BP selaku Staf Ahli Pemasaran (expert) PT Waskita Beton Precast, Tbk, serta yang ke empat A selaku Pensiunan Karyawan PT. Waskita Beton Precast, Tbk.

“Untuk mempercepat proses penyidikan, 4 (empat) orang Tersangka dilakukan penahanan yaitu: AW dilakukan penahanan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak tanggal 26 Juli 2022 s/d 14 Agustus 2022, AP dilakukan penahanan di Rutan Kelas 1 Jakarta Pusat Salemba selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak tanggal 26 Juli 2022 s/d 14 Agustus 2022, BP dilakukan penahanan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak tanggal 26 Juli 2022 s/d 14 Agustus 2022 dan A dilakukan penahanan di Rutan Kelas 1 Jakarta Pusat Salemba selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak tanggal 26 Juli 2022 s/d 14 Agustus 2022,” terang Dr Ketut melalui siaran pers yang diterima redaksi Handalonline.com, Selasa (26/7/2022).

Baca Juga:  Sulam Jelujur Mendunia, Sukses di Amerika Kini Tampil di Dubai

Dr Ketut Sumedana melanjutkan adapun kasus posisi Bahwa PT Waskita Beton Precast, Tbk. pada tahun 2016 s/d 2020, telah melakukan perbuatan melawan hukum atau menyalahgunakan wewenang dengan melakukan pengadaan fiktif, pengadaan barang tidak dapat dimanfaatkan, dan beberapa pengadaan tidak dapat ditindaklanjuti.

“Untuk menutupi itu, PT Waskita Beton Precast, Tbk. melakukan pengadaan fiktif dengan meminjam bendera beberapa perusahaan dengan membuat surat pemesanan material fiktif; meminjam bendera vendor atau supplier; membuat tanda terima material fiktif; dan membuat surat jalan barang fiktif,” katanya.

Baca Juga:  Pemilu Pertarungan Legal, Ketua KPU Pesawaran: Semoga Tidak Ada Masalah

Kemudian lanjutnya, Atas perbuatan tersebut, menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp2.583.278.721.001,- (dua triliun lima ratus delapan puluh tiga milyar dua ratus tujuh puluh delapan juta tujuh ratus dua puluh satu ribu satu rupiah).

“Perbuatan para Tersangka disangka melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” sebutnya.

“Sebelum dilakukan penahanan, 4 (empat) orang Tersangka telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan swab antigen dengan hasil dinyatakan sehat serta negatif Covid-19,” pungkasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here