Polisi Dikepung Massa, Buronan Perampok Sadis Di Tembak

 Editor: M.Ismail 

Bengkulu (HO) – Puluhan Massa mengepung polisi saat akan melakukan penangkapan terhadap pelaku perampokan dan perampasan kendaraan bermotor (begal) yang kerap kali beraksi di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, Sumatera Selatan, akhirnya dilumpuhkan petugas Kepolisian Resor Rejang Lebong, Polda Bengkulu.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno mengatakan, tersangka begal yang sudah lama dicari petugas tersebut ialah Devis (27) warga Desa Simpang Beliti, Kecamatan Binduriang.

“Tersangka ini ditangkap pada Jumat (18/12) malam sekira pukul 23.20 WIB. Saat akan ditangkap pelaku melakukan perlawanan sehingga anggota melakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan pelaku di bagian kakinya,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (19/12).

Baca Juga:  HUT IKWI Pesawaran Banjir Order, Jadi Berkah Pengrajin Karangan Bunga

Dia menjelaskan, penangkapan tersangka Devis ini dipimpin Kasat Reskrim AKP Ahmad Musrin Muzni dan Kapolsek Padang Ulak Tanding (PUT) Iptu Apion Sori, saat itu tersangka sedang berada di rumah temannya di Kampung 8 Desa Kepala Curup, Kecamatan Binduriang.

Saat proses penangkapan tersangka ini, kata dia, anggota gabungan dari Polres Rejang Lebong dan Polsek PUT sempat dikepung massa, namun bisa dimediasi oleh petugas bersama dengan perangkat desa setempat sehingga personel yang melakukan penangkapan bisa keluar dari desa tersebut.

Berdasarkan interogasi awal dan barang bukti yang ditemukan sebelumnya, tersangka diduga telah melakukan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal jalan penghubung antara Kabupaten Rejang Lebong dengan Kota Lubuklinggau, Sumsel.

Baca Juga:  Majukan UMKM, HUT IKWI Nanda Indira Dendi Terima Award Perempuan Inspiratif

“Untuk kesejahteraan dan kamtibmas masyarakat wilayah hukum Kabupaten Rejang Lebong saya tidak akan memberikan ruang sedikitpun untuk para pelaku kriminal melakukan aksinya. Pasti akan kami tindak tegas,” ucapnya.

Aksi tersangka begal ini, tambah dia, sangat merugikan dan meresahkan masyarakat karena berdampak pada perekonomian masyarakat dan kamtibmas yang kondusif.

“Potensi alam wisata dan wisata kuliner yang ada di Rejang Lebong menjadi terganggu akibat ulah para pelaku kejahatan ini,” katanya. (Ant/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here