Merasa Dipermalukan, Bupati Segera Pecat Sejumlah Aparat Sipil Negara

 Editor: M.Ismail 

Kalteng (HO) – Merasa Di permalukan Bupati Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah Supian Hadi oleh mengancam akan memberikan sanksi pemecatan kepada sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di pedalaman Kabupaten Kotim.

“Nama ASN yang bersangkutan sudah ada di tangan saya dan tugasnya di mana sudah ada di tangan saya semua. Saya tidak menyebutkan berapa orang. Saya juga tidak menyebut nama, desa, dan sekolahnya di mana,” ungkap Supian, Selasa (1/12/2020).

Supian mengetahui ASN yang tidak disiplin menjalankan tugas tersebut dari laporan warga setempat saat dia mengunjungi sejumlah desa di wilayah utara Kotim.

“Saya malu saat mendengar masyarakat mengadukan hal tersebut. Bukannya saya emosi, tetapi karena ini tugas pengabdian. Mau tidak mau sanksi tegas berupa pemecatan kepada ASN akan saya lakukan,” ujarnya.

Baca Juga:  Peletakan Batu Pertama PA, Bupati Pesawaran: Wujud Nyata Pelayanan Pencari Keadilan

Para ASN yang akan dipecat tersebut bertugas di tiga kecamatan. Masa kerjanya cukup lama.

“Ada yang kepala sekolah, ada yang guru sekolah. Saya bicara fakta di lapangan dari kunjungan yang saya lakukan,” katanya.

Selain itu lanjutnya, tak hanya tenaga pendidik, ada juga tenaga kesehatan yakni perawat dan bidan. Mereka tidak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai ASN.
Bahkan ada yang masuk kerja kurang lebih hanya satu bulan dalam satu tahun.

“Ada juga yang beberapa bulan meninggalkan tempat kerjanya,” sebutnya.

Menurut Supian, gaji ASN tersebut tetap dibayarkan. Hal itu jelas sangat merugikan.

Padahal, kehadiran mereka sangat diperlukan warga pedalaman.

Baca Juga:  HUT IKWI Pesawaran Banjir Order, Jadi Berkah Pengrajin Karangan Bunga

”Gajinya tetap jalan. Jadi mereka ini absennya manual, karena di sana tidak ada sinyal internet. Jadi tidak bisa absen sidik jari. Absen manual ini digunakan mereka untuk memanipulasi data. Laporannya hadir, tetapi faktanya tidak hadir,” ujarnya.

Supian menegaskan, hal tersebut merupakan kesalahan fatal Karena itulah dia akan memecat ASN tersebut.

“Biar ini menjadi contoh bagi aparatur di seluruh Kotim agar tidak melakukan hal serupa,” ucapnya.

Supian justru mengapresiasi pegawai honorer di pedalaman yang kinerjanya sangat baik. Padahal, hanya digaji Rp 300.000-400.000 per bulan oleh sekolah.

“Maka mereka yang kerjanya baik, nanti secara bertahap akan mengangkat mereka menjadi tenaga kontrak daerah agar kesejahteraan mereka menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Ant/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here