Depok (HO) – Lomba Burung Berkicau Tingkat Nasional Piala Kepala Staf Presiden (KSP) 2026 sukses digelar di Perumahan Raffles Hills, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (16/8/2026).
Perhelatan yang diselenggarakan Garuda Mahakarya Nusantara bekerja sama dengan Ormas Daulat Aspirasi Rakyat tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para pencinta burung berkicau atau kicaumania dari berbagai daerah di Indonesia.
Sekitar 1.200 pengunjung hadir dalam kegiatan tersebut, sementara sebanyak 500 peserta ambil bagian dalam kompetisi yang memperebutkan Piala Kepala Staf Presiden. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Dihadiri Sejumlah Tokoh Nasional
Sejumlah tokoh dan pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Staf Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ariza Patria, serta Wali Kota Depok Supian Suri.
Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman bahkan turut terlibat langsung dalam salah satu sesi perlombaan dengan menggantungkan burung peserta.
Dalam sambutannya, Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa komunitas kicaumania memiliki jumlah anggota yang besar dan berpotensi menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi kerakyatan.
“Komunitas kicaumania memiliki jumlah yang sangat besar sehingga perlu dibantu dan didorong pengembangannya sebagai bagian dari pilar ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ariza Patria menekankan pentingnya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati melalui upaya konservasi dan penangkaran yang berkelanjutan.
Menurutnya, komunitas kicaumania juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan ekonomi pedesaan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal berencana menggandeng komunitas kicaumania untuk menggelar Liga Kicau Desa yang akan dimulai pada Januari mendatang, bertepatan dengan Hari Desa,” katanya.
Dukungan terhadap pengembangan komunitas kicaumania juga disampaikan Wali Kota Depok Supian Suri.
Ia mengatakan, Kota Depok memiliki sejumlah penangkar burung, khususnya Murai Batu dan Cucakrawa, yang selama ini turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kota Depok memiliki banyak penangkar burung, khususnya Murai Batu dan Cucakrawa, yang telah menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan dengan nilai ekonomi yang signifikan,” ucapnya.
Semarak dengan Kegiatan Sosial dan UMKM
Selain kompetisi burung berkicau, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan berbagai agenda sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Di antaranya pameran dan bazar murah yang melibatkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pembagian paket sembako kepada masyarakat, aksi donor darah, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa ajang kicaumania tidak hanya menjadi wadah kompetisi dan silaturahmi, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat serta kepedulian sosial.
Menuju Piala Presiden Republik Indonesia 2026
Sekretaris Jenderal Garuda Mahakarya Nusantara, Ridho Pulungan, mengatakan suksesnya penyelenggaraan Piala Kepala Staf Presiden 2026 menjadi momentum penting bagi perkembangan komunitas kicaumania di Indonesia.
Menurutnya, kehadiran dan dukungan sejumlah tokoh nasional menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap komunitas pencinta burung berkicau sekaligus potensi ekonomi yang berada di dalamnya.
“Ajang ini menjadi sejarah baru sebagai bentuk perhatian serius terhadap komunitas kicaumania. Kami berharap dukungan tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Ridho.
Ia menambahkan, sebagai tindak lanjut dari penyelenggaraan Piala Kepala Staf Presiden 2026, pihaknya mendapat dukungan untuk mempersiapkan ajang Piala Presiden Republik Indonesia 2026 yang direncanakan berlangsung pada 22 November 2026 di Jakarta.
“Rencana tersebut diharapkan menjadi momentum lebih besar untuk mempertemukan komunitas kicaumania dari berbagai daerah sekaligus memperkuat sinergi antara komunitas, pemerintah, pelaku UMKM, serta berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi kerakyatan dan konservasi keanekaragaman hayati,” pungkasnya. (Fajar)
