Pesawaran (HO) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran bersama Kementerian Keuangan RI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Polres Pesawaran, dan CPA Australia menggelar kegiatan Edukasi Literasi dan Inklusi Keuangan di Gedung Serba Guna (GSG) Pemda Pesawaran, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan mengusung tema “Uang Aman, Hidup Tenang: Cerdas Mengelola Uang, Aman Menggunakan Layanan Keuangan, dan Terlindungi dari Kejahatan Keuangan Digital.”
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali, S.H. Dalam kesempatan itu, Antonius membacakan sambutan Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira, B., S.E., M.M.
Dalam sambutannya, Bupati mengatakan perkembangan teknologi telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai layanan keuangan. Namun, kemudahan tersebut juga diikuti dengan berbagai risiko, terutama kejahatan keuangan digital.
“Saat ini, kita menyaksikan maraknya kasus pinjaman online ilegal dan judi online yang telah merusak tatanan ekonomi keluarga hingga memicu masalah sosial di tengah masyarakat,” ujar Antonius.
Menurutnya, kegiatan edukasi literasi dan inklusi keuangan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong terciptanya ekosistem keuangan digital yang aman, sehat, dan produktif di Kabupaten Pesawaran.
Pemkab Pesawaran, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat upaya perlindungan masyarakat dari berbagai bentuk kejahatan keuangan ilegal.
“Kami tidak ingin ada warga Pesawaran yang menjadi korban investasi bodong, judi online, maupun jeratan pinjol ilegal yang merugikan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Keuangan, OJK, Polres Pesawaran, dan berbagai pihak terkait dalam meningkatkan edukasi sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan keuangan digital.
Jaga Data Pribadi
Antonius mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menjaga data pribadi. Menurutnya, perlindungan dari kejahatan digital harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga.
“Di era internet ini, data diri seperti KTP, foto wajah, nomor telepon, hingga kode OTP adalah aset yang sangat berharga. Jangan mudah memberikan data diri untuk keperluan yang tidak jelas!” pesannya.
Ia juga mengajak para camat, kepala desa, serta seluruh peserta kegiatan untuk menjadi agen literasi keuangan di tengah masyarakat.
Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat di lingkungan masing-masing sehingga semakin banyak warga yang memahami cara mengelola keuangan secara bijak dan mengenali risiko layanan keuangan ilegal.
“Sebagai orang tua, kita juga harus bijak dan tidak mudah tergiur oleh tawaran pinjol yang memberikan kemudahan instan namun berujung kesengsaraan. Pinjol hanya boleh untuk kebutuhan mendesak dan pastikan penyedianya terdaftar di OJK,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Bupati Pesawaran menyampaikan pantun:
Batang kelapa tuoh sejajakh,
Jengan bugendom dikala panas.
Ilmu keuangan kham belajakh,
Supaya hukhik sejahtera khik cerdas.
Kapolres: Teknologi Beri Kemudahan, tetapi Juga Bawa Risiko
Sementara itu, Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Panditha, S.I.K., M.S.S., menyoroti perkembangan teknologi yang semakin memudahkan masyarakat mengakses layanan keuangan. Di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan risiko kejahatan yang perlu diwaspadai.
“Perkembangan teknologi memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai layanan keuangan. Namun, di sisi lain, kemudahan tersebut juga diikuti dengan meningkatnya berbagai risiko dan kejahatan keuangan, seperti pinjaman online ilegal, judi online, investasi bodong, rentenir, scam, penipuan digital, serta penyalahgunaan data pribadi,” ujarnya.
Kapolres menegaskan bahwa literasi keuangan menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.
Masyarakat, kata dia, tidak hanya dituntut mampu mengelola keuangan dengan baik, tetapi juga harus cerdas dalam memilih layanan keuangan yang legal serta mampu melindungi data pribadi.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan memberikan informasi penting seperti NIK, data KTP, PIN, kode OTP, maupun informasi rekening kepada pihak yang tidak dapat dipercaya.
Ajak Peserta Sebarkan Pengetahuan
AKBP Alvie mengajak seluruh peserta memanfaatkan materi yang disampaikan para narasumber dan meneruskannya kepada masyarakat.
“Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi juga disampaikan kepada keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat di sekitar kita,” ajaknya.
Ia menegaskan Polres Pesawaran berkomitmen mendukung berbagai upaya pencegahan dan penanganan kejahatan keuangan serta penipuan digital.
“Kewaspadaan dan pengetahuan masyarakat merupakan salah satu kunci utama dalam mencegah terjadinya kejahatan tersebut,” tegasnya.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan edukasi tersebut. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pesawaran agar semakin cerdas mengelola keuangan, aman dalam menggunakan layanan keuangan, serta terlindungi dari berbagai bentuk kejahatan keuangan digital.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Panditha, perwakilan Direktorat Jenderal Strategi dan Pengembangan Keuangan (DJSPK) Kementerian Keuangan, OJK, CPA Australia, jajaran pejabat Pemkab Pesawaran, para camat, serta kepala desa se-Kabupaten Pesawaran. (Red)
