Bandar Lampung (HO) – Puskesmas Simpur Kota Bandar Lampung membuat gebrakan inovatif dalam menekan angka stunting melalui sebuah program kreatif bernama GOJEK PUSING (Gerakan Objektif Jemput Anak Stunting). Program ini dirancang untuk menjemput bola secara langsung ke rumah-rumah warga guna memastikan balita yang terindikasi stunting mendapatkan penanganan medis dan pemantauan gizi secara intensif.
Plt. Kepala Puskesmas Simpur, dr. Dewi Retnosari, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari komitmen Puskesmas untuk mendukung penuh program pemerintah kota dalam mempercepat penurunan angka stunting di wilayah Kota Bandar Lampung.
“Melalui GOJEK PUSING, kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak stunting yang luput dari intervensi. Petugas kami, didampingi kader, turun langsung ke lapangan secara objektif untuk melakukan pelacakan, penimbangan ulang, serta memberikan edukasi dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) langsung di rumah balita,” ujar dr. Dewi Retnosari, Sabtu (6/6/2026).
Pemantauan Gizi Berbasis Data Objektif
Dari sisi teknis intervensi gizi, Koordinator Gizi Puskesmas Simpur, Fitria Masitoh, S.Gz, menekankan pentingnya akurasi data dan pemantauan berkala agar bantuan makanan tambahan yang diberikan benar-benar berdakar positif pada tumbuh kembang anak.
“Gerakan ini disebut objektif karena setiap balita stunting atau yang berisiko diukur dan ditimbang kembali dengan antropometri standar yang akurat. Kami juga menyusun menu gizi seimbang berbasis pangan lokal yang padat kalori dan protein untuk memulihkan status gizi anak-anak ini,” kata Fitria Masitoh.
Keberhasilan program di lapangan tentunya tidak terlepas dari peran aktif para kader posyandu yang menjadi ujung tombak komunikasi dengan masyarakat, salah satunya di Kelurahan Kelapa Tiga.
Isna, selaku Kader Bayi Balita Kelurahan Kelapa Tiga, mengaku sangat terbantu dengan adanya program jemput bola ini. Menurutnya, pendekatan langsung membuat warga menjadi lebih terbuka dan tidak lagi sungkan.
“Dengan adanya GOJEK PUSING ini, kami bersama tim Puskesmas bisa langsung melihat kondisi riil di rumah balita. Ibu-ibu di kelurahan jadi lebih semangat dan paham pentingnya membawa anak ke Posyandu karena kami datangi dengan pendekatan yang ramah,” tutur Isna.
Manfaat Nyata Dirasakan Orang Tua
Manfaat program inovatif ini pun langsung dirasakan oleh para orang tua yang anaknya masuk dalam kategori stunting. Salah satunya adalah ibu dari balita N, yang mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas perhatian besar dari tim kesehatan.
“Dulu saya sempat bingung dan sedih waktu tahu anak saya divonis stunting. Tapi sejak ada program GOJEK PUSING ini, petugas Puskesmas dan kader sering datang ke rumah, anak saya rutin diperiksa, dan dikasih makanan tambahan yang bergizi. Sekarang berat badan anak saya alhamdulillah sudah mulai naik,” ungkap ibu balita N dengan haru.
Dengan adanya sinergi kuat antara manajemen Puskesmas, tim gizi, kader posyandu, dan masyarakat, inovasi GOJEK PUSING diharapkan dapat diadopsi lebih luas dan menjadi daya dorong utama dalam mewujudkan Kota Bandar Lampung yang bebas stunting (zero stunting). (Mira)
