Jumat, Mei 8, 2026

Ratusan Petugas Kebersihan Bandar Lampung Desak Aparat Penegak Hukum Periksa DLH

Bandar Lampung (HO) – Sebanyak 398 petugas kebersihan yang awalnya bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung dan kini telah dialihkan ke sistem outsourcing melalui PT Febri Daram Mandiri, mengajukan desakan tegas kepada Gubernur serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan pemeriksaan mendalam terkait pembayaran gaji bulan Januari 2026 yang hingga kini belum terealisasi.

Hingga memasuki bulan Maret, hak gaji para pekerja garis depan yang bertugas menjaga kebersihan jalan raya, lingkungan pemukiman, hingga kantor-kantor pemerintahan masih belum mendapatkan kepastian. Kondisi ini dinilai semakin memperberat beban ekonomi mereka, terutama di tengah tuntutan dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Kami telah menjalankan tugas dengan maksimal, mulai dari menyapu jalan setiap pagi hingga melakukan pekerjaan lainnya sesuai dengan tugas yang diberikan. Namun hingga saat ini, gaji Januari tidak ada kejelasan sama sekali, padahal kami sudah tidak lagi berada di bawah naungan DLH melainkan berada di bawah pengelolaan PT Febri Daram Mandiri,” ujar salah satu perwakilan petugas yang enggan menyebutkan nama, dalam keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada Media Handalonline.com Senin (2/3/2026).

Baca Juga:  Perkuat Komitmen, Disdikbud dan Disdukcapil Lampung Gelar Perjanjian Kerja Sama

Para petugas juga mengajukan permintaan untuk dilakukan rotasi jabatan di lingkup DLH Kota Bandar Lampung, serta mengharapkan pihak Kejaksaan dapat turun tangan untuk meneliti secara mendalam kondisi yang terjadi di dinas terkait. Mereka menyatakan bahwa dugaan pelanggaran hak pekerja yang terjadi saat ini telah masuk ke tahap yang memprihatinkan.

Jika tidak segera ada transparansi mengenai alasan penundaan pembayaran gaji, pihaknya akan melakukan langkah lebih lanjut dengan melaporkan dugaan tindak pidana korupsi atau penyalahgunaan anggaran yang telah dialokasikan khusus untuk keperluan kebersihan kota.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Deklarasikan SPMB 2026/2027 Bersih dan Transparan, Usung Semangat “No Titip, No Jastip”

“Ini jelas menunjukkan adanya indikasi pelanggaran hak normatif pekerja. Kami meminta Inspektorat dan seluruh jajaran APH segera melakukan pemeriksaan terhadap aliran dana di DLH. Apakah anggaran yang telah dialokasikan mengalami penundaan dalam proses ataukah ada praktik permainan yang tidak sesuai peraturan kami sebagai petugas kebersihan tidak boleh menjadi korban dari kondisi ini,” pungkas perwakilan Petugas Kebersihan.   (red)

Diberitakan sebelumnya dengan link: Gaji Tak di Bayar, Ratusan Petugas Kebersihan DLH Bandar Lampung Menjerit

https://handalonline.com/2026/02/28/gaji-tak-di-bayar-ratusan-petugas-kebersihan-dlh-bandar-lampung-menjerit/

Berita Populer

Dugaan Korupsi Embung Kemiling Sebesar Rp 7 Miliar, BANKI Segera Lapor Kejati

Bandar Lampung (HO) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Brigade Anak Negeri Kawal Indonesia (BANKI) sudah melengkapi berkas pelaporan terkait dugaan...

Pemprov Lampung Deklarasikan SPMB 2026/2027 Bersih dan Transparan, Usung Semangat “No Titip, No Jastip”

Lampung (HO) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, menghadiri Deklarasi Penandatanganan Pakta Integritas dan Sosialisasi Sistem...
error: Content is protected !!