Metro (HO) – Wali murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 3 Muhamadiyah Metro berharap Gubernur Lampung Rahmad Mirzani Djausal untuk turun ke lapangan guna mengevaluasi jajaran pejabat SMK 3 Muhamadiyah Metro karena dinilai memberatkan masyarakat dalam hal biaya sekolah.
Hal tersebut ditegaskan perwakilan wali murid NH kepada Handalonline.com menyikapi ramainya pemberitaan yang menyebutkan adanya dugaan korupsi pada pengelolaan dana BOS dan pungutan berdalih komite.
“Anak saya ini sempat mau saya pindahkan karena beratnya biaya, tapi karena masih ada tunggakan jadi urung kami pindahkan, karena biaya ini sangat memberatkan mas, apalagi ayahnya hanya pekerja bangunan,” tegasnya.
Dirinya mengatakan, pembagian PIP sebetulnya sangat diharapkan karena dirasa membantu, hanya saja anaknya tidak mendapatkan bantuan tersebut.
“Kalau ada PIP itu ya lumayan bisa membantu, tapi anak saya tidak dapat, mungkin kebijakan ada di pusat tapi nyatanya memang anak saya tidak dapat,” kata dia.
Sedangkan beberapa siswa jurusan Farmasi yang ditemui mengeluhkan minimnya pembangunan yang ada di SMK 3 Muhamadiyah Metro.
“Tahun kemarin dibangun paving, tapi itu juga tidak banyak, kalau tahun ini cuma perbaikan hotel, untuk dana BOS 1 Milyar lebih ya gak sesuai lah pak,” ujarnya.
“Kalau didiamkan makin jadi ini, kami minta diusut lah, buat Gubernur Lampung Bapak Rahmad Mirzani Djausal melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Bapak Thomas Amirico agar bisa turun ke Metro melihat sekolah kami dan kerjaan Kepala Sekolahnya,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya dengan link: Dugaan Korupsi Dana BOS, Kepala SMKS Muhammadiyah 3 Metro Sebut Berbagi dengan Yayasan
 https://handalonline.com/2025/08/15/dugaan-korupsi-dana-bos-kepala-smks-muhammadiyah-3-metro-sebut-berbagi-dengan-yayasan/
