Bandar Lampung (HO) – MITRA BENTALA Dan Global Plastic Action Partnership (GPAP) melakukan penanganan sampah plastik khusus bagi ibu rumah tangga di kelurahan Kota Karang, Jumat (11/7/2025).
Acara ini dihadiri oleh 30 orang ibu-ibu rumah tangga di Lingkungan II serta RT sekitarnya.
Kegiatan diawali oleh sambutan dan paparan dari Mashabi mewakili MITRA BENTALA. Dalam penyampaiannya Mashabi menyebutkan bahwa sampah harian paling banyak diproduksikan oleh rumah tangga atau domestic.
“Hampir setiap orang masing-masing dapat menghasilkan sampah harian sebanyak 0,6Kg-0,8 Kg. Bayangkan jika di dalam rumah tangga itu terdiri dari 5 orang saja bisa diprediksi dalam satu hari rumah tangga sampah yang dihasilkan bisa mencapai 3-4 Kg,” sebut nya.
Mashabi melanjutkan paparannya bahwa dari semua sampah yang dihasilkan salah satunya adalah sampah plastik, atau sampah non organik yang tergolong susah hancurnya. Dan apalagi Kota Karang ini dekat dengan hutan mangrove, kehadiran sampah plastic di sekitar tanaman akan menggangu pertumbuhan dan mengancam keberadaan hutan mangrove yang ada.
Salah satu ibu rumah tangga yang hadir dalam acara tersebut, Yustina mengutarakan bahwa sampah yang ada saat ini selain berasal dari rumah tangga juga dari laut yang terbawa saat ROB datang. Yustina berharap agar sampah yang ada saat ini terutama sampah plastic ditangani dan dikelola dipilah dari rumah tangga.
“Dulu pernah ada seperti Bank sampah untuk memilah dan sampah dimanfaatkan dan ada nilai ekonominya dan kami berharap agar Bank sampah yang pernah ada dulu dikembangkan Kembali sebagai Solusi untuk penanganan sampah plastik,” harapnya.
Sementara itu Like staf lapangan MITRA BENTALA dalam acar ini mengutarakan agar saat ini sebagai ibu rumah tangga untuk memulai membiasakan penggunaan alat yang bisa dipakai berkali-kali bukan yang sekali pakai salah satunya adalah mengurangi jenis sampah plasti.
“Kesehatan anak-anak masa depan tergantung dari ibu rumah tangga yang mengelola sumber sampahnya, jika kurang baik maka berdampak buruk terhadap anak-anak yang akan datang,” ujarnya.
Firman RT 05 berharap acara seperti ini terus dilakukan ditingkat Masyarakat agar peduli untuk penanganan sampah dari rumah tangga terutama sampah plastik. Semakin banyak dilakukannya edukasi ke Masyarakat terutama ibu rumah tangga yang langsung bersentuhan dengan sampah akan sadar dengan sendirinya.
“Sebelumnya diperkirakan dari tahun ke tahun akan mengalami peningkatan sampai 37 juta/ton pada tahun 2040. Biaya kerusakan akibat sampah plastik mencapai $281 triliun sejak 2016 sampai 2040. Serta sebanyak 20% sampah plastik yang berada di pesisir laut merupakan limpasan dari daratan,” katanya. (Red)
