Jumat, Januari 30, 2026

Satlantas Pesawaran Gelar OZK 2023, Ratusan Pelanggar Terjaring Razia

Pesawaran (HO) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pesawaran Polda Lampung, mencatat selama empat hari pelaksanaan Operasi Zebra Krakatau 2023, ratusan kendaraan baik roda dua maupun roda empat telah terjaring melakukan pelanggaran.

Kasat Lantas Polres Pesawaran AKP Martoyo mengatakan, dalam OZK 2023 di Lakukan di beberapa ruas jalan, seperti Simpang Tugu Pengantin Gedong tataan, Jalan raya Kedondong, Jalan Raya Teluk Pandan dan ruas Jalan Tegineneng, dan pelanggaran masih didominasi dengan kendaraan roda dua yang hampir mencapai 60%.

“Dari 105 pelanggar, roda dua masih paling banyak melakukan pelanggaran, seperti tidak membawa surat, tidak menggunakan helm dan tidak menggunakan spion, serta tidak memiliki SIM. Sedangkan kalau kendaraan roda empat pelanggaran paling banyak tidak menggunakan safety bell dan juga surat-surat,” terangnya, Jumat (8/9/2023).

Baca Juga:  Konflik SDS Handayani Berakhir Damai, KBM Kembali Normal, Yani: Utamakan Masa Depan Anak
Kapolres Pesawaran AKBP Maya Henny Hitijahubessy pantau Operasi Zebra Krakatau 2023.

Dirinya mengatakan, dalam operasi ini juga pihaknya tidak langsung melakukan tindakan kepada para pelanggar, melainkan melakukan teguran dan sosialisasi.

“Sesuai dengan arahan, dalam operasi ini 40% Preventif, 40% Represif dan 20% nya tindakan. Jadi dalam operasi ini, bagaimana caranya kita mengingatkan kepada masyarakat tentang tata tertib berkendara yang baik dan tidak melanggar hukum,” ujar dia.

Menurutnya, pihak Satlantas juga telah masuk ke sekolah-sekolah yang ada di Pesawaran, untuk memberikan pemahaman kepada para siswa bahwa anak dibawah umur belum diperbolehkan mengendarai kendaraan sendiri.

“Dalam tujuh prioritas pelanggaran ini, ada pelanggaran anak dibawah umur yang membawa kendaraan kita tindak juga, maka dari itu kita masuk ke sekolah agar mereka memahami terkait dengan aturan tersebut, sehingga kedepannya tidak ada anak dibawah umur yang membawa kendaraan ke sekolah,” kata dia.

Baca Juga:  Kepala Kantor Kementerian ATR/BPN Mesuji Berbagi Buku ke Perpustakaan Daerah

Menurutnya, untuk menekan angka kecelakaan terhadap anak di bawah umur, memang perlu peran aktif dari para orang tua, karena selama ini banyak orang tua yang memberikan kendaraan kepada anaknya dengan alasan untuk pergi sekolah.

“Alasannya kan karena sekolah anak jauh, orang tua sibuk kerja sehingga tidak bisa mengantar, daripada orang tua memberi anak kendaraan bermotor alangkah baiknya mereka menyewa jasa abudemen, itu lebih baik dan juga lebih aman ketimbang anak di bawah umur membawa motor sendiri,” pungkasnya. (Red)

Berita Populer

Optimalisasi PAD, Bapenda Lampung dan GGPC Perkuat Kerja Sama Pajak

Lampung Tengah (HO) -Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung melakukan kunjungan kerja ke PT Great Giant Pineapple Co. (GGPC) dalam rangka membangun komunikasi dan...

Tokoh Lampung Alzier Dianis Thabranie Dukung Penuh Polri di Bawah Komando Presiden RI 

Lampung (HO) – Tokoh masyarakat Lampung, M Alzier Dianis Thabranie, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh Polri yang berada di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya,...
error: Content is protected !!