Lampung Tengah (HO) – Penggemukan sapi PT. Karunia Alam Sentosa Abadi (KASA) yang terletak di Kampung Rengas Kecamatan Bekri Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung, diduga mengeluarkan limbah kotoran yang mengakibatkan bau tak sedap sehingga menimbulkan penyakit dan lebih mirisnya lagi, bertahun-tahun petani gagal panen.
Salah satu masyarakat Kampung Rengas, HM mengungkapkan, masyarakat yang mayoritas bertani sudah bertahun-tahun gagal panen, akibat dari limbah kotoran penggemukan sapi PT KASA yang telah mencemari lingkungan dan aliran sungai irigasi yang ada di kampung setempat.
“Limbah dari PT KASA itu pak, sangat membuat kami menderita, karena petani sawah maupun petani penanam Pepaya pada gagal panen, ini sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya, dan sampai sekarang tidak ada tindak lanjut dari PT KASA,” ungkap HM, kepada Media Handalonline.com, Rabu, (1/2/2023).
Sehingga lanjut nya, masyarakat yang bergantung hidup nya dari bertani saat ini seperti putus asa, karena sudah beberapa kali mereka mengadukan nasibnya ke PT KASA, namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjut.

“Selain masyarakat gagal panen, dampak dari aliran limbah tersebut menimbulkan bau tidak sedap yang sangat menyengat dan warga yang terkena air aliran kotoran langsung terasa gatal-gatal di sekujur tubuh,” ucapnya yang juga di amini oleh warga Dusun 3 kampung setempat.
“Kami pernah minta bantuan pupuk dengan pihak PT, namun kami di minta dana Administrasi, berarti itu bukan bantuan mas,” timpalnya.
Di tempat terpisah petani Pepaya yang tidak mau disebut namanya juga mengeluhkan terkait limbah kotoran sapi yang mengairi sungai.
“Ya itu kotoran sapi yang mengalir ke sungai sangat menyusahkan kami selaku petani, tanaman pepaya saya siram dengan air dari irigasi dan langsung menguning, mungkin itu dampak dari aliran limbah yang mencemari lingkungan,” ucapnya sedih.

Begitu juga di ceritakan salah satu petani yang kebun nya dekat dengan PT Karunia Alam Sentosa Abadi, akibat dari limbah tersebut banyak petani yang hidupnya memprihatinkan.
“Seharusnya pihak PT jangan berdiam diri lakukan langkah-langkah yang tepat atau berdialog langsung dengan masyarakat yang terdampak, Jangan berdialog dengan masyarakat yang punya kepentingan pribadi, itu salah sasaran pak,” katanya.
Kembali dikatakan HM, dirinya mewakili masyarakat Kampung Rengas mendesak kepada pihak-pihak terkait yang ada di Kabupaten Lampung Tengah untuk segera mengambil tindakan karena hal ini sudah bukan menjadi hal yang baru di kampung mereka, karena permasalahan ini sudah terjadi bertahun-tahun lamanya.
“Kami berharap apa yang menjadi keluhan kami selaku masyarakat ada kesimpulan dari pemilik PT Karunia Alam Sentosa Abadi untuk segera merespon keluhan masyarakat yang terdampak limbah,” pungkas nya.
Sementara itu Direktur Utama PT Karunia Alam Santosa Abadi (KASA), Ir Didiek Purwanto saat dikonfirmasi Handalonline.com melalui sambungan telepon seluler terkait keluhan masyarakat, dirinya sedang rapat di Jakarta.
“Saya lagi rapat di Jakarta, ya nanti saya sampaikan terkait keluhan masyarakat, nanti setelah saya pulang dari luar kota akan saya sampaikan keluhan-keluhan itu dan saya akan turun ke lapangan,” katanya, (Indra Jaya)
