SSG Lampung Gelar Training Caregiver Rawat Anak dengan HIV AIDS

 Editor: M.Ismail 

Lampung (HO) – Saburai Support Group (SSG)  Lampung mengadakan Training Caregiver atau pelaku rawat (orang tua dan pengasuh) yang memiliki Anak dengan HIV AIDS (ADHA) yang berlangsung selama 3 hari dari tanggal 22 sampai dengan  24 Agustus 2022 di Hotel Aston Bandar Lampung.

Ketua SSG Lampung, Agus Wahyu Wibowo, S.P, mengatakan, kegiatan ini dihadiri oleh 12 orang peserta  pelaku rawat diantaranya 6 orang yang berasal dari Bandar Lampung dan 6 lainnya dari kabupaten.

“Kami juga  memfasilitasi kegiatan ini dengan mendatangkan dua fasilitator yang berkompeten karena sudah dilatih di Jakarta bulan Juli kemarin,” terang Agus Wahyu Wibowo,S.P saat membuka kegiatan training caregiver, Rabu (24/8/2022).

Agus menyampaikan Visi dan Misi Saburai Support Group Lampung merupakan lembaga penggagas untuk pendukungan dan penjangkauan Orang dengan HIV (ODHIV) yang kantornya beralamat di Jalan Gunung Rajabasa 1, No 38, Kelurahan Perumnas Way Halim, Bandar Lampung.

“Kami siap membantu dan mendampingi jika ada ODHIV maupun ADHA yang memerlukan pendampingan  terkait dengan psikologis, akses layanan kesehatan dan pengobatan ARV sehingga ODHIV maupun ADHA hidupnya bisa sehat dan berkualitas karena patuh minum obat Antiretroviral (ARV-red),” katanya.

Ketua SSG Lampung juga menjelaskan fakta yang terjadi  hingga Juni 2021 anak usia 0-14 tahun yang hidup dengan HIV berjumlah 12.691 jiwa (3% dari total keseluruhan orang dengan HIV di Indonesia mereka minim sekali mendapatkan respon dan dukungan, sebagian besar anak dengan HIV sudah yatim/yatim piatu dengan latar belakang pendidikan pelaku rawat rendah.

“Untuk itu kami mengadakan kegiatan ini harapannya pelaku rawat bisa mengetahui tentang penyakit HIV AIDS, pengasuhan ADHA dengan benar, dan yang terpenting pelaku rawat bisa menjadi role model terhadap kepatuhan minum obat ARV,” sebutnya.

Baca Juga:  Sulam Jelujur Mendunia, Sukses di Amerika Kini Tampil di Dubai

Sehingga katanya, anak bisa sehat sampai usia dewasa. Selain itu, pihaknya berharap agar semua stakeholder saling membantu, agar stigma dan diskriminasi masyarakat terhadap Orang dengan HIV (ODHIV)  maupun ADHA bisa berkurang.

“Sehingga kami bisa mendapatkan hak yang sama seperti masyarakat pada umumnya, karena selama ini masih banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui  apa itu penyakit HIV dan AIDS dan tanggapan yang salah tentang cara penularan HIV itu sendiri,” ujarnya.

Sementara itu Salah satu Fasilitator kegiatan ini, Ns. Miranti Dea Dora, S.Kep, M.Kep yang merupakan Perawat di layanan HIV AIDS  UPT Puskesmas Rawat Inap Simpur Kota Bandar Lampung, mengatakan pihaknya melatih pelaku rawat sesuai dengan panduan 14 modul.

“Alhamdulillah peserta yang mengikuti begitu antusias dengan berbagai pertanyaan karena mereka masih awam sekali dengan penyakit yang diderita anaknya,” ucapnya.

Bahkan lanjut nya, ada beberapa peserta yang menangis mencurahkan isi hatinya selama ini karena tidak mudah untuk merawat dan mengasuh ADHA karena kebanyakan dari mereka single parent  selain itu juga pelaku rawat dari Kabupaten yang mengatakan tantangannya selama ini cukup jadi hambatan setiap bulannya harus meluangkan waktu  yang cukup lama dari Kabupaten ke Bandar Lampung dari perjalanan hingga mendapatkan obat ARV.

“Sedangkan anak sudah rewel dan lelah menunggu, harapannya fasilitas kesehatan di Kabupaten/Kota juga bisa untuk pengambilan obat ARV anaknya,” katanya.

Menurut Ns. Miranti Dea Dora, S.Kep, M.Kep, Kegiatan ini peserta bisa saling sharing dan memberi semangat satu sama lainnya untuk merawat dan mengasuh ADHA.

Baca Juga:  Lapor Pak, Kami Terima Beras Menir, BPNT Dikelola Oknum Pemdes Tanjung Sari

“Saya berharap pelaku rawat yang sudah dilatih bisa menerapkan ilmu yang sudah didapat di rumah agar ADHA bisa terus bertumbuh dengan baik dan patuh minum obat ARV,” harapnya.

Kegiatan ini juga mendatangkan Narasumber dr. Vera Rusmita, M.Kes  yang merupakan Dokter Umum perwakilan IDI Bandar Lampung  menyampaikan bahwa ADHA bukan anak yang berbeda dari anak-anak yang lain, tetapi anak dengan HIV adalah anak yang spesial. Hingga saat ini HIV memang belum dapat disembuhkan.

“Sama seperti halnya pasien hipertensi, diabetes dan autoimun. yang perlu kita usahakan adalah agar anak tetap sehat dengan memperhatikan kepatuhan berobatnya,” jelasnya.

dr. Vera Rusmita, M.Kes menerangkan, pengobatan pada ADHA harus Tepat Waktu, Tepat Cara, Tepat Dosis.

“Untuk itu anak harus dibawa kontrol rutin pada saat pengambilan obat ARV ke fasilitas kesehatan untuk mengevaluasi pengobatan pada anak, juga untuk mengetahui kondisi fisik dan tumbuh kembang anak,” katanya.

Salah satu peserta dengan inisial K (34) memiliki anak dengan usia remaja mengungkapkan terimakasih nya kepada SSG yang sudah mengundangnya dalam kegiatan tersebut, sehingga selain mendapatkan Informasi juga mendapat kan ilmu tentang HIV dan AIDS semakin bertambah.

“Saya jadi paham pola asuh, cara merawat dan mengasuh anak saya, saya juga jadi paham tentang perawatan anak ketika sakit, dan obat ARV anak saya dan saya akan mengubah cara pola asuh anak saya dengan benar dan akan segera saya terapkan pada anak sesampainya saya dirumah,” ucapnya K.    (Mira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here