Aniaya Mahasiswa Asal Bernung, Satu Pelaku Ditangkap Team Tekab 308 Polres Pesawaran

 Editor: M.Ismail 
Is (25) Salah satu pelaku penganiayaan mahasiswa asal Bernung di tangkap Team tekab 308 Polsek Gedong tataan Polres Pesawaran

Pesawaran (HO) – Team Tekab 308 Polsek Gedong Tataan Polres Pesawaran mengamankan 1 (satu) pelaku Pengeroyokan atau Penganiayaan secara bersama-sama terhadap RF (20) Mahasiswa asal Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, yang pada akhirnya korban mengalami luka memar, dan saat ini dalam penanganan Polisi dengan memburu para pelaku lainnya yang terlibat penganiayaan tersebut.

Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo, S.Ik., M.Si (Han) melalui Kapolsek Gedong Tataan Kompol Hapran, S.H menyampaikan, dalam kasus Penganiayaan secara bersama-sama terhadap korban itu diduga pelaku lebih dari 1 (satu) orang.”Satu tersangka sudah kita tangkap dan lainnya dalam pengejaran dalam pencarian orang (DPO), saat ini korban mengalami luka memar dibagian dahi sebelah kiri akibat pukulan dari pelaku, dan luka memar pada bahu kanan bagian belakang,” ujar Kapolsek dalam keteranganya, Selasa (9/8/2022).

Baca Juga:  Tekan Kejahatan, Polsek Jati Agung Bersama TNI Gelar Patroli Gabungan

Dasar laporan korban ke pihak yang berwajib Laporan Polisi / B – 149 / VII /2022 / Polda Lampung / Polres Pesawaran / Polsek Gedong Tataan, Tanggal 18 Juli 2022 lalu.

“Dari salah satu pelaku Pengeroyokan tersebut sudah ditangkap saat sedang melakukan dekorasi di tempat Hajatan di Dusun 1 Desa Bernung. Berkat berbekal informasi ini, Team Tekab 308 Polsek Gedong Tataan yang dipimpin langsung oleh Panit 1 Reskrim Polsek Gedong Tataan Polres Pesawaran Iptu Bambang Heryanto mengamankan pelaku IS (25),” kata Kapolsek.

Baca Juga:  Berdayakan WBP, Lapas Perempuan Kelas IIA Balam Bersinergi PT Bukit Asam Tbk Tarahan

Kapolsek melanjutkan, IS ditangkap untuk dilakukan Pemeriksaan dan Menyelidiki keberadaan DPO untuk dilakukan pengamanan kepada DPO, termasuk YY (21) dalam pengejaran agar kasus ini terang benderang.

“Satu pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan akan kita jerat dengan Pasal 170 KUHP Ayat 1 (satu) dan Ayat 2 (dua) KUHP dengan ancaman hukuman selama-lamanya 5 (lima) tahun sampai 7 (tujuh) tahun penjara,” ungkap Kapolsek. (Rls/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here