Tim Tabur Kejagung Berhasil Amankan DPO Dugaan Korupsi PT BRI

 Editor: M.Ismail 

Jakarta (HO) – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung berhasil mengamankan mantan Supervisor Bank Rakyat Indonesia Unit Cilacap Kota, EWTS (54) warga Jalan Srandil No. 213 RT. 002/RW. 001 Kelurahan Adireja Kulon, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) asal Kejaksaan Negeri Cilacap.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Dr Ketut Sumedana menerangkan berdasarkan Surat Penetapan Tersangka dari Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap Nomor Print-69/M.3.17/Fd.1/09/2020, EWTS merupakan tersangka dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penyimpangan Penyalahgunaan Keuangan di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Unit Cilacap Kota Tahun 2018 yang mengakibatkan kerugian keuangan Negara sebesar Rp. 450.000.000,- (empat ratus lima puluh juta rupiah).

Baca Juga:  Bupati Lampung Tengah, Bersama Ribuan Masyarakat Kali Rejo Gelar Jalan Sehat Bersama

“Tersangka EWTS diamankan karena ketika dipanggil sebagai Tersangka oleh Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Cilacap, Tersangka tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut dan oleh karenanya Tersangka dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” jelas Dr Ketut Sumedana melalui siaran pers di Jakarta, diterima Rabu (1/6/2022).

“Tersangka EWTS , di amankan pada Selasa 31 Mei 2022, sekira pukul 16:20 WIB bertempat di Jalan Jatimalang RT 01/RW 01 Desa Gesing, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah,” timpalnya.

Kapuspenkum melanjutkan, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah mengirimkan surat resmi perihal Bantuan Pemantauan/Pengamanan Tersangka atas nama EWTS. Berdasarkan surat tersebut, Tim bergerak cepat untuk melakukan pemantauan secara intensif terhadap Tersangka EWTS.

Baca Juga:  Dukung Ketahanan Pangan Dandim 0421/LS Cek Perkembangan Tanaman Jagung

“Setelah dipastikan keberadaannya, Tim langsung mengamankan Tersangka dan saat ini Tersangka diamankan sementara di Kejaksaan Negeri Purworejo dan akan segera dijemput oleh Tim Kejaksaan Negeri Cilacap untuk selanjutnya dilakukan proses penyelesaian penanganan perkaranya,” ujarnya.

Dr Ketut menambahkan, melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan, Jaksa Agung RI meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap Buronan yang masih berkeliaran untuk dilakukan eksekusi untuk kepastian hukum.

“Dan kami menegaskan kepada seluruh Daftar Pencarian Orang Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para Buronan,” pungkasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here