Metro (HO) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Brigade Anak Negeri Kawal Indonesia (BANKI) siap mendampingi sejumlah wali murid SMK Muhammadiyah 3 Kota Metro, Provinsi Lampung untuk melaporkan dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan dana komite yang ditarik kurun beberapa tahun kebelakang.
Hal itu ditegaskan Ketua Umum DPP BANKI Randy Septian, Selasa (19/8/2025) menanggapi keluhan sejumlah elemen masyarakat dan wali murid setempat.
“Sesuai dengan apa yang dikeluhkan dan laporkan wali murid, pada prinsipnya kami akan mendampingi pelaporan tersebut, karena dugaan korupsi tersebut sangat kuat dan wali murid merasa keberatan sekaligus merasa tidak ada keterbukaan pihak sekolah maupun yayasan terkait dana yang masuk tersebut,” tegasnya.
Ditambahkan Randy, pihaknya telah menurunkan divisi investigasi internal BANKI ke lapangan untuk melihat sejauh mana dugaan korupsi tersebut di SMK Muhammadiyah 3 Metro.
“Ya salah satu cara membuka tabir tersebut dengan cara melaporkannya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, setelah dilakukan penelusuran oleh tim investigasi kami tidak hanya dana BOS dan Komite, namun kami juga meminta aparat dalam hal ini Kejati untuk memeriksa data dapodik siswa apakah sinkron dengan aslinya, karena ini menyangkut jumlah anggaran yang turun ke bawah juga,” tambahnya.
Randy mengatakan, pelaporan yang dilayangkan bertujuan untuk membangun dunia pendidikan khususnya di Kota Metro.
“Anak-anak kita tidak boleh dipertontonkan tindakan-tindakan yang melanggar norma salah satunya korupsi, karenanya kita akan kawal dugaan kasus ini sampai akar-akarnya,” kata dia.
“Yang jelas kawan-kawan bisa lihat lah track record BANKI dalam penegakan hukum khususnya kasus-kasus korupsi yang ada di Lampung, kami akan fokus mengawal masalah ini,” timpalnya. (Red)
Diberitakan sebelumnya dengan link: Wali Murid Desak Aparat Penegak Hukum Periksa Kepsek M. Husin Fadilah Akbar
