Rabu, Oktober 7, 2026

Ratusan Perwakilan 35 Organisasi Nyatakan Dukungan, Nanda Indira: Mari Bersama Bangun Pesawaran

Pesawaran (HO) – Ratusan perwakilan dari 35 organisasi yang terdiri atas organisasi pers, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, serta tokoh adat menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian untuk melanjutkan program pembangunan daerah.

Pernyataan sikap bersama tersebut disampaikan dalam sebuah forum di Aula Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Selasa (15/9/2026). Para perwakilan organisasi juga menyatakan komitmen untuk mengawal program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Pesawaran.

Ketua Umum Majelis Punyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran, Farifki Zulkarnyaen Arif gelar Suntan Junjungan Marga, mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Pesawaran.

Menurutnya, perjalanan lebih dari satu tahun kepemimpinan Nanda Indira menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan berbagai program prioritas pembangunan daerah.

“Momentum setahun lebih kepemimpinan Bupati Nanda Indira Bastian menjadi penanda bahwa program prioritas pembangunan harus terus dilanjutkan,” ujarnya.

Farifki mengatakan terdapat sejumlah poin dalam pernyataan sikap bersama tersebut. Pertama, mendukung kepemimpinan Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan daerah.

Kedua, pihaknya meminta pemerintah daerah tetap fokus menjalankan program pembangunan di tengah berbagai dinamika yang berkembang, termasuk informasi dan perdebatan di ruang publik maupun media sosial.

“Kami berharap Bupati Nanda tetap fokus menjalankan program pembangunan dan tidak terpengaruh oleh dinamika yang berkembang,” katanya.

Selanjutnya, forum tersebut mendorong Bupati Nanda Indira untuk memperkuat kepemimpinan dan komunikasi pemerintahan guna menjaga stabilitas serta mencegah munculnya konflik di tengah masyarakat.

Farifki juga menyampaikan komitmen organisasi-organisasi yang tergabung dalam forum tersebut untuk turut mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan hingga masa kepemimpinan Nanda Indira berakhir sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Penasehat JMSI Pesawaran, Anton, menilai keberhasilan pembangunan daerah membutuhkan keterbukaan informasi publik dan keterlibatan media massa dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Pemerintah harus menekankan keterbukaan informasi yang berbasis pada data akurat, sekaligus mendorong upaya pencegahan penyebaran informasi hoaks yang dapat mengganggu kondusivitas masyarakat,” katanya.

Anton mengatakan pers memiliki peran penting dalam mengawal pembangunan melalui penyajian informasi yang faktual, kredibel, dan berimbang.

“Kami berharap ke depan Bupati Nanda Indira terus membangun komunikasi yang efektif dengan publik, termasuk melibatkan organisasi pers dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat,” ujarnya.

Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian mengapresiasi dukungan dan komitmen yang disampaikan oleh berbagai organisasi tersebut.

Menurut Nanda, dukungan masyarakat dan berbagai elemen daerah dibutuhkan untuk menyelesaikan program pembangunan yang masih harus dilaksanakan dalam empat tahun ke depan.

“Kami membutuhkan dukungan untuk menyelesaikan program selama empat tahun ke depan. Karena itu, mari kita bersama-sama membangun Pesawaran agar semakin maju,” kata Nanda.

Nanda mengakui pembangunan yang telah berjalan selama satu tahun masih memiliki sejumlah hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Karena itu, pemerintah daerah membutuhkan masukan serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

“Mari kita bangun situasi yang kondusif, hindari perpecahan, dan tingkatkan kerukunan untuk menyukseskan program prioritas selama empat tahun ke depan,” ujarnya.

Nanda juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam menerima informasi, terutama informasi yang beredar melalui media sosial.

Ia mengajak masyarakat menjadikan media massa yang kredibel sebagai salah satu rujukan informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Jangan mudah termakan hoaks atau berita bohong yang berpotensi memecah belah kerukunan masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Berita Populer

Kejari Pesawaran Perkuat Pengawasan Program Revitalisasi Pendidikan, Dorong Pengelolaan Antikorupsi

Pesawaran (HO) – Sebagai upaya memperkuat peran satuan pendidikan dalam mewujudkan pengelolaan Program Revitalisasi Pendidikan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi, Kejaksaan...

Pelaku Usaha Pembibitan Klarifikasi Perkara, Herizal Hormati Proses Hukum

Bireuen, Aceh (HO) – Pengusaha pembibitan benur, Herizal, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara terbuka kepada publik terkait perkara hukum yang saat ini sedang...
error: Content is protected !!