Pesawaran (HO) – Debu vulkanik yang diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan melanda Desa Pulau Pahawang, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Jumat (5/9/2026) malam.
Kondisi tersebut dirasakan cukup mengganggu aktivitas warga. Debu yang terbawa angin dilaporkan turun cukup deras hingga menutupi permukaan lantai rumah warga dalam waktu singkat. Selain mengganggu jarak pandang, kondisi tersebut juga dikeluhkan menyebabkan gangguan pernapasan.
Kepala Desa Pulau Pahawang, Ahmad Salim, saat dikonfirmasi Handalonline.com sekitar pukul 19.17 WIB, membenarkan kondisi tersebut.
“Kondisi malam ini terkait adanya aktivitas erupsi Gunung Krakatau berdampak pada penyebaran debu vulkanik yang sangat luar biasa di Desa Pulau Pahawang, hampir menyeluruh. Hal ini mengakibatkan susah bernapas dan mengganggu penglihatan,” ujar Ahmad Salim.
Menurutnya, debu turun bersama angin kencang dan terasa seperti butiran pasir. Bahkan, debu disebut dapat menutupi lantai keramik rumah warga hanya dalam waktu sekitar dua menit.
“Debunya sangat deras, bercampur dengan angin. Rasanya seperti butiran pasir. Lantai keramik di rumah warga bisa tertutup debu dalam waktu sekitar dua menit,” jelasnya.
Ahmad Salim mengatakan, dampak debu sebenarnya telah mulai dirasakan warga sejak Kamis (4/9/2026). Namun, kondisi pada malam ini dinilai jauh lebih parah dibandingkan sebelumnya.
“Informasi di media sosial mengenai erupsi Anak Krakatau sudah ada sejak kemarin malam. Dampaknya di wilayah perairan Pulau Pahawang mulai terasa sejak pagi hingga siang, tetapi belum separah malam ini,” ungkapnya.
Persediaan Masker Terbatas
Mengantisipasi dampak debu terhadap kesehatan warga, Pemerintah Desa Pulau Pahawang telah membagikan sekitar 90 masker. Namun, jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan masyarakat karena persediaan masker di wilayah pulau sangat terbatas.
Pemerintah desa pun mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Warga yang harus keluar rumah diminta menggunakan masker serta pelindung mata sebagai langkah perlindungan dari paparan debu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan. Kalau harus keluar, wajib menggunakan masker dan pelindung mata,” kata Ahmad.
Karena keterbatasan persediaan, Pemerintah Desa Pulau Pahawang juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meminta bantuan masker bagi masyarakat.
“Kami sudah koordinasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran melalui Pustu di Kecamatan Marga Punduh. Kami menunggu informasi stok. Jika tersedia, kami siap jemput bola untuk segera dibagikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Enam Dusun Diminta Tetap Waspada
Ahmad Salim berharap Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Pemerintah Provinsi Lampung, serta instansi terkait dapat segera mengambil langkah untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Ia juga meminta seluruh warga tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila kondisi debu vulkanik kembali meningkat.
“Kami telah mengimbau enam dusun di Pulau Pahawang untuk tetap waspada dan berjaga malam guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
Pemerintah desa juga mengingatkan masyarakat untuk mengikuti informasi dan imbauan resmi dari pemerintah serta instansi berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Red)
