Sabtu, Agustus 15, 2026

Puskesmas Simpur Implementasikan GEMPITA Guna Tingkatkan Rasionalitas Penggunaan Antibiotik

Bandar Lampung (HO) – Puskesmas Simpur resmi mengimplementasikan inovasi terbaru bertajuk GEMPITA (Gerakan Masyarakat Peduli Antibiotika). Program ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan antibiotik secara bijak dan aman, sekaligus menekan angka resistensi antimikroba yang kian mengkhawatirkan.

Plt. Kepala Puskesmas Simpur, dr. Dewi Retnosari, menyampaikan bahwa inovasi GEMPITA lahir dari komitmen Puskesmas untuk terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui tindakan preventif dan edukatif.

“GEMPITA bukan sekadar program seremonial, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan. Kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa antibiotik bukanlah obat dewa untuk segala penyakit. Penggunaan yang sembarangan justru bisa memicu resistensi bakteri yang membahayakan kesehatan pasien di masa depan,” ujar dr. Dewi.

Edukasi dan Pengawasan Ketat di Lini Farmasi

Sebagai ujung tombak pelayanan obat, instalasi farmasi Puskesmas Simpur mengambil peran besar dalam menyukseskan gerakan ini. Koordinator Pelayanan Farmasi, apt. Aginta Kurnia Noer, S.Farm, menjelaskan bahwa GEMPITA diimplementasikan lewat pengawasan ketat serta edukasi langsung kepada pasien saat penyerahan obat.

“Melalui GEMPITA, kami memastikan setiap pasien mendapatkan informasi yang utuh (5O: Obat ini apa namanya/kandungannya, khasiatnya, dosisnya, cara menggunakannya, dan efek sampingnya). Khusus antibiotik, kami tekankan kewajiban untuk menghabiskannya sesuai resep dokter meskipun gejala klinis sudah membaik. Kami juga mengedukasi warga agar tidak membeli antibiotik secara bebas tanpa resep,” tegas apt. Aginta.

Menjaga Mutu dan Keselamatan Pasien

Dari sisi manajemen klinis, inovasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga standar mutu pelayanan di Puskesmas Simpur. Inovasi yang terukur diharapkan dapat meminimalkan kesalahan pengobatan (medication error).

Koordinator Mutu Pelayanan Puskesmas, dr. Anindia Putri, menambahkan bahwa GEMPITA secara langsung mendukung indikator keselamatan pasien.

“Mutu pelayanan sebuah fasilitas kesehatan dinilai dari seberapa aman pelayanan tersebut bagi pasien. Inovasi GEMPITA ini mengintegrasikan kepatuhan peresepan dokter dengan pemahaman pasien. Kami melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap rasionalitas penggunaan antibiotik di puskesmas demi memastikan mutu pelayanan kita tetap berada di standar tertinggi,” kata dr. Anindia.

Mengenal Gerakan GEMPITA

Melalui gerakan ini, Puskesmas Simpur mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menerapkan prinsip “Bijak Antibiotik” melalui langkah mudah:

  • Tidak membeli antibiotik sendiri tanpa resep dokter.
  • Tidak menyimpan sisa antibiotik untuk penggunaan di lain waktu.
  • Tidak berbagi antibiotik sisa kepada keluarga atau tetangga.
  • Patuh menghabiskan antibiotik sesuai dosis dan durasi yang dianjurkan.

Dengan adanya inovasi GEMPITA, Puskesmas Simpur berharap dapat menjadi pelopor fasilitas kesehatan yang sukses mencetak masyarakat yang cerdas, peduli, dan bijak dalam menggunakan obat-obatan.  (Mira)

Berita Populer

Pengibaran Merah Putih di Menara 74 Meter, Puslatpurmar 8 Teluk Ratai Kobarkan Semangat Kemerdekaan

Lampung (HO) - Pengibaran Merah Putih dilakukan Prajurit Puslatpurmar 8 Teluk Ratai di puncak Menara Telkomsel setinggi 74 meter di Desa Gebang, Kecamatan Teluk...

Piala Kepala Staf Presiden Semarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia

Jakarta (HO) - Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia semakin meriah dengan hadirnya Piala Kepala Staf Presiden, sebuah ajang yang...
error: Content is protected !!