Bandar Lampung (HO) – Puskesmas Simpur terus berkompetisi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan kapasitas internalnya. Terbaru, Puskesmas yang terletak di Pusat kota Bandar Lampung meluncurkan inovasi bertajuk “Simpur KEPPO” (Kenali, Edukasi, Pahami, Pasti Oke) – Transfer Ilmu.
Inovasi ini mewajibkan setiap pegawai—baik tenaga medis, paramedis, maupun staf administrasi—yang baru saja kembali dari kegiatan pelatihan, workshop, atau seminar, untuk melakukan transfer pengetahuan (knowledge sharing) kepada seluruh rekan sejawat di lingkungan Puskesmas.
Mengubah Rasa Ingin Tahu Menjadi Peningkatan Kompetensi
Istilah “kepo” yang biasanya berkonotasi sekadar ingin tahu urusan orang lain, diadopsi oleh Puskesmas Simpur menjadi akronim yang produktif. Melalui Simpur KEPPO, seluruh pegawai distimulasi untuk memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap perkembangan ilmu kesehatan, regulasi terbaru, dan metode pelayanan klinis yang efektif.
dr. Dewi Retnosari Plt Kepala Puskesmas Simpur menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan jawaban atas tantangan keterbatasan kuota pelatihan dari dinas terkait.
“Kesempatan pelatihan itu terbatas, tidak bisa semua pegawai berangkat bersamaan. Oleh karena itu, pegawai yang pulang pelatihan wajib menjadi mentor bagi yang lain melalui Simpur KEPPO. Hasilnya, satu orang yang berangkat, satu Puskesmas ikut ‘upgrade’ ilmu,” terangnya.
Alur Kerja Simpur KEPPO: Dari Pelatihan ke Implementasi Mekanisme transfer ilmu ini berjalan secara terstruktur menggunakan panduan 4 pilar utama:
Kenali: Pegawai yang selesai mengikuti pelatihan mengenali dan memetakan materi esensial apa saja yang relevan dan mendesak untuk diterapkan di internal puskesmas.
Edukasi: Menggelar forum khusus seperti In-House Training (IHT), diskusi refleksi kasus, atau simulasi praktis berkala di aula puskesmas untuk mengedukasi pegawai lainnya.
Pahami: Membuka sesi tanya jawab interaktif dan bedah modul agar seluruh lintas sektor dan profesi di puskesmas benar-benar memahami standar operasional prosedur (SOP) yang baru.
Pasti Oke: Mengaplikasikan ilmu tersebut dalam pelayanan harian kepada masyarakat. Kinerja dan penerapan pasca-transfer ilmu ini dipantau langsung untuk memastikan mutu pelayanan menjadi “Pasti Oke”.
Efisiensi Organisasi dan Mutu Pelayanan Setara
Inovasi Simpur KEPPO terbukti memberikan dampak signifikan. Selain menghemat waktu dan anggaran pengembangan SDM, program ini berhasil mengikis kesenjangan informasi (information gap) antar-petugas. Informasi mengenai penanganan penyakit menular terbaru, teknik kegawatdaruratan, hingga sistem pelaporan digital kini dapat diadopsi secara merata dan cepat.
Dengan bergulirnya inovasi Simpur KEPPO (Transfer Ilmu), Puskesmas Simpur berkomitmen penuh untuk menjelma menjadi organisasi pembelajar yang dinamis. Upaya ini memastikan bahwa setiap masyarakat Kota Bandar Lampung yang datang berobat akan dilayani oleh tenaga kesehatan yang selalu memperbarui kompetensinya. (Mira)
