Sabtu, Agustus 15, 2026

SPBU 24.353.17 Codo Natar: Diduga Atur Solar, Siang Kosong Magrib Penuh, Saat Dikonfirmasi Diutus Orang Tawarkan Jatah Bulanan

“Diduga para pelangsir bersiap dan menumpuk di SPBU saat menjelang malam, terindikasi menyedot solar bersubsidi.”

Lampung Selatan (HO) – SPBU 24.353.17 Codo/Natar, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menjadi sorotan masyarakat dan pengguna jalan. Masyarakat menyoroti adanya dugaan aktivitas pengaturan dan penyaluran BBM yang tidak wajar di lokasi tersebut, khususnya pada jenis solar bersubsidi. Pasalnya, menurut pengakuan warga dan sopir pengguna jalan, pada siang hari mereka sangat sulit mendapatkan pasokan solar, namun menjelang waktu Maghrib kendaraan mulai berdatangan dan mengantre di pinggir jalan. Masyarakat menduga ada keterlibatan oknum pengawas SPBU maupun aparat penegak hukum dalam aktivitas tersebut.

Hal tersebut terungkap setelah masyarakat memberikan informasi kepada Handalonline.com, bahwa diduga keras terjadi aktivitas pengecoran BBM di SPBU 24.353.17 Codo/Natar.

“Kami sering mendapati sangat sulit mencari BBM jenis solar di SPBU tersebut. Yang menjadi pertanyaan kami, menjelang Maghrib solar kembali tersedia, dan sesudah itu kendaraan mulai menumpuk baik di dalam area maupun di pinggir jalan,” keluh pengguna jalan sekaligus konsumen, Kamis (9/7/2026).

Mereka menambahkan, dalam dugaan aktivitas pengaturan BBM bersubsidi ini, diduga ada keterlibatan oknum pengawas serta dukungan dari aparat yang menjadi latar belakang berjalannya kegiatan tersebut.

“Diduga keras SPBU ini kerap masih melayani para pelangsir BBM jenis solar. Terlihat jelas setiap menjelang Maghrib, mulai banyak kendaraan besar seperti Fuso, truk pengangkut, dan Colt Diesel mengantre. Hal ini terindikasi sudah ada kerja sama dengan pihak pengawas maupun oknum aparat,” katanya.

Seorang sopir pengangkut juga menyampaikan pendapatnya, menilai pola pendistribusian di SPBU 17 Codo/Natar sangat aneh pada siang hari stok solar seolah habis, namun menjelang Maghrib pasokan kembali tersedia.

“Kami pun harus ikut mengantre, tentu hal ini sangat memberatkan dan kami keluhkan. Kami berharap kepada BPH Migas untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh di SPBU tersebut. Apabila ditemukan bukti adanya pelanggaran, segeralah ditindak tegas,” timpalnya.

Selanjutnya, warga setempat bersama para sopir dan pengguna jalan berharap ada tindakan yang tuntas dari aparat penegak hukum.

“Kami berharap kepada pihak kepolisian maupun BPH Migas untuk segera meninjau lokasi. Diduga kuat terjadi pengecoran BBM untuk kepentingan para pelangsir. Hasil pengecoran itu nantinya diduga ditampung oleh oknum yang bermain, lalu dijual kembali dengan harga setara kebutuhan industri,” pungkasnya.

Sementara itu, saat media berusaha melakukan konfirmasi melalui nomor pengawas yang terpampang di SPBU 24.353.17 Codo/Natar yaitu atas nama Rivai menggunakan pesan aplikasi WhatsApp, dia menjawab ada apa, kemudian dia menanyakan maksudnya gimana ini. Kemudian setelah media ini melakukan telepon, dia menjawab chat saja, dia sedang lagi ada acara.

“Ada apa, maksudnya bagaimana ini, maaf chat saja, saya sedang ada acara,” katanya saat dikonfirmasi.

Kemudian tidak lama berselang, ada nomor yang menelpon wartawan media ini dan mengatakan, banyak mitra juga, Bang. Kawan-kawan, nanti Abang melalui saya saja, bisa nggak dibantu. Itu pengawasnya sepupu saya. Dia kalau ada apa-apa, namanya baru bekerja, dia masih takut-takut untuk menjawab, orangnya parnoan.

“Karena kita sama-sama di lapangan, pikir dia. Minta tolong melalui saya supaya bisa dirangkul, kita berkawan, bermitra. Itu sepupu saya, betul. Nanti ke saya aja, Bang, nggak apa-apa. Koordinasi bulanannya, minta tolong biar lancar semua,” ucapnya.v(red)

Berita Populer

Semarak HUT RI ke-81, Desa Negeri Sakti Gelar Jalan Sehat, Ratusan Warga Antusias Ikuti Kegiatan

Pesawaran (HO) – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung,...

Pengibaran Merah Putih di Menara 74 Meter, Puslatpurmar 8 Teluk Ratai Kobarkan Semangat Kemerdekaan

Lampung (HO) - Pengibaran Merah Putih dilakukan Prajurit Puslatpurmar 8 Teluk Ratai di puncak Menara Telkomsel setinggi 74 meter di Desa Gebang, Kecamatan Teluk...
error: Content is protected !!