Pekerjaan Diduga Mark-up, Sehingga Pembangunan Under Spec
Pesawaran (HO) – Rehabilitasi jalan raya yang dikerjakan oleh UPTD jalan dan jembatan wilayah 1 pada Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung diduga dikorupsi sehingga belum sebulan pembangunan sudah hancur lebur.
Pantauan media ini, beberapa titik yang dijadikan proyek tambal sulam tersebut belum satu bulan sudah kembali rusak, hal tersebut lebih kepada perilaku mark-up dan pembangunan under spec (kualitas jauh dibawah spesifikasi).
Proyek tersebut dijalankan secara swakelola diduga dijadikan ladang korupsi untuk memperkaya diri sejumlah oknum UPTD Wilayah 1 tersebut.
“Ya ini kan swakelola, jadi tidak ada papan informasi terkait berapa besaran nilai proyek, jadi enak saja buat pejabat-pejabat dalam mengambil keuntungan, kalau tidak dikorupsi tidak mungkin hitungan Minggu sudah hancur lagi,” ungkap salah seorang sumber, Jumat (3/4/2026).

Jalan Atensi Gubernur Lampung, Namun Kualitas Buruk
Ditambahkan, saat arus mudik berlangsung UPTD 1 melakukan tambal sulam disejumlah titik mulai dari Pesawaran hingga ke Pringsewu.
“Setau kami sebagai masyarakat, pembangunan rehab jalan ini atensi Gubernur Lampung agar orang mudik menjadi lancar, ini pelaksanaannya mepet dengan hari mudik setelah itu kualitasnya luar biasa buruk, pejabat UPTD 1 ini luar biasa beraninya,” tambahnya.
“Aparat penegak hukum seperti tidak dianggap dengan mereka, Abang liat jalan di Desa Pampangan perbatasan Desa Padang Ratu itu, baru 2 Minggu sudah rontok semua, dan saya yakin itu dibangun asal jadi, yang penting untung,” timpalnya.

Dirinya meminta aparat penegak hukum memeriksa proyek rehab ini, selain dari hasilnya yang buruk diduga ada kongkalikong agar dapat di mark-up maupun dikorupsi.
“Pekerjaan tambal sulam itu meliputi Gedong Tataan hingga ke Padang Cermin, belum lagi di Pringsewu dari arah Ambarawa ke Pardasuka, jika ditotal anggarannya luar biasa, tapi hasilnya tidak sesuai, sudah pantas jika aparat penegak hukum turun ke lapangan menyelidiki dugaan korupsi ini,” kata dia.
Beberapa titik di Kecamatan Gedong Tataan yang dilakukan pembangunan terpantau kurun kurang dari 1 bulan banyak mengalami kerusakan bahkan sampai 80%.
Informasi yang didapat media ini, Kepala UPTD Wilayah 1 Sepriyanto saat pengerjaan berlangsung sedang umroh ditengah kondisi urgent menghadapi mudik kemarin sehingga anak buah yang mengerjakannya diduga tanpa beban mengerjakan tambal sulam jalan secara asal-asalan.
Koordinator Lapangan penambalan di Kabupaten Pesawaran Fathurahman saat hendak dikonfirmasi tidak merespon kendati ponsel dalam keadaan aktif.
Begitu juga dengan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung M. Taufiqullah ketika di konfirmasi melalui nomor +62 812-7149-xxxx, tidak mengangkat walaupun dalam keadaan aktif. (Ran)
