Lampung Selatan (HO) – Warga di sekitar kawasan Jalan lintas Sumatera, Desa Natar, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung mengeluhkan limbah cair yang diduga berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) VYGJWZES Yayasan Alrafaeyza Malik Nurman. Limbah tersebut diduga tidak dikelola dengan baik sehingga menyebabkan bau busuk yang menyengat dan mencemari lingkungan.
Hal tersebut terungkap saat Handalonline.com menerima laporan dari beberapa masyarakat setempat.
Salah satu nya, BN warga Desa Natar mengungkapkan aroma tersebut sangat mengganggu aktivitas harian, terutama saat siang hari bagi pengguna jalan maupun masyarakat setempat.
“Baunya sangat menyengat, apalagi kalau cuaca panas. Limbah cairnya juga mengendap di selokan ditambah lagi sekarang musim penghujan limbah tersebut bergenang diduga tidak ada aliran pembuangan dari Dapur MBG Yayasan Alrafaeyza Malik Nurman. Tentunya hal tersebut sangat kami keluhkan,” tegas BN mewakili Warga Dusun 1 RT 05 kepada Handalonline.com saat melakukan uji informasi Kamis (22/1/2026).

Selain itu dia menambahkan, limbah tersebut diduga telah meresap dan mengotori drainase. Sejumlah warga mendesak agar pengelola dapur segera memperbaiki sistem pengolahan limbah atau mencari lokasi yang tidak berdampak langsung bagi warga sekitar maupun pengguna jalan.
“Kami juga mendesak kepada Pemerintah Desa Natar yang memiliki kapasitas untuk menyampaikan keluhan masyarakat terkait dampak limbah Dapur MBG dari Yayasan Alrafaeyza Malik Nurman,” pungkasnya.
Sementara itu saat Media Handalonline.com melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Natar M. Arif terkait keluhan warga bau menyengat yang berasal dari Limbah Dapur MBG dia mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Alrafaeyza Malik Nurman selaku kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk nantinya dicarikan solusi terkait keluhan masyarakat.
“Ya terima kasih keluhan dari masyarakat kami terima, dalam waktu dekat kami berjanji dari Pemerintah Desa Natar akan segera berkoordinasi, karena yang perlu diketahui oleh masyarakat kami dari Pemerintah desa tidak mengetahui kegiatan yang telah berlangsung terkait Program makanan bergizi yang ada di Desa Natar. Kami hanya mengetahui pernah di hubungi hanya meminta izin domisili,” katanya singkat.
Selanjutnya saat media Handalonline.com melakukan konfirmasi melalui telepon aplikasi WhatsApp kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Alrafaeyza Malik Nurman melalui Dona menggunakan telepon aplikasi WhatsApp pihaknya mengatakan, terkait limbah tersebut mungkin belum disedot oleh pihak dapur.
“Biasanya kita sudah ada jadwal penyedotan limbah karena dulu sempat kami gali tetap mampet jadi kita buat jadwal seminggunya itu berapa kali untuk melakukan penyedotan,” timpalnya.
Dia kembali mengatakan, yang pastinya pihaknya akan tetap melakukan penyedotan dari pihak dapur karena memang ada jadwal.
“Nanti akan saya tanya dulu dan untuk kedepannya akan buat Instalasi pengolahan air limbah baru. Saya juga mengucapkan terima kasih atas laporan yang masuk dan akan saya tindak lanjuti,” ucapnya. (red)
