“Diduga Hasil Pengecoran BBM di Tampung Untuk di Oplos Hasilkan Untung Banyak”
Pringsewu (HO) – Warga Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung mengeluhkan adanya dugaan aktivitas pengecoran minyak subsidi di 7 SPBU mengakibatkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dan Pertalite. mirisnya SPBU tersebut diduga lebih memprioritaskan pengecor/pelangsir yang menggunakan tangki modifikasi ada dugaan keterlibatan oknum security operator di SPBU setempat dalam melancarkan aksi tersebut, tentu Masyarakat mendesak Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi memberikan tindakan tegas terhadap SPBU nakal di wilayah setempat.
Hal tersebut terungkap saat Media
Handalonline.com melakukan uji informasi berdasarkan laporan masyarakat setempat maupun pengguna jalan yang kerap melakukan pengisian bahan bakar minyak diantaranya SPBU yang dikeluhkan masyarakat.
Diduga SPBU Nakal Sering Lakukan Aktivitas Pengecoran
1. SPBU 24.353.76 yang terletak di Tambah Sari No. 45 RT 001 Pekon Tambah Rejo Barat.
2. SPBU 24.353.154 yang terletak di Jalan Raya Gadingrejo No 132, Gedung Tataan.
3. SPBU 24.353.150 yang terletak Tambak Rejo Kecamatan Gadingrejo.
4. SPBU 24.353.161 yang terletak di jalan KH. Gholib Raya Podorejo Kecamatan Pringsewu.
5. SPBU 23.353.20 yang terletak di Jalan Raya Margodadi Kecamatan Ambarawa.
6. SPBU 24.353.158 yang terletak di Jalan lintas Barat Sumatra NO 16 Pagelaran Kecamatan Pagelaran.
7. SPBU 23.353.18 yang terletak di Jalan Patoman, Pagelaran Gumuk Rejo Kecamatan Pagelaran.
Saat media ini melakukan penelusuran dan mengambil keterangan dari beberapa narasumber yang dapat dipercaya.
Komunitas Pengecoran BBM Miliki Group Aplikasi WhatsApp
Salah satu masyarakat (SA) menerangkan, yang mana keponakannya mantan pengecor BBM di Kabupaten Pringsewu, dia menyampaikan mereka memiliki group aplikasi WhatsApp.
“Benar, mereka memiliki group aplikasi WhatsApp untuk bertukar informasi di mana ada BBM di SPBU yang dapat di langsir ucapnya”, Sabtu (3/1/2026).
Kemudian dia melanjutkan, bagaimana pekerja di SPBU tidak tergiur dan memprioritaskan pengecor/pelangsir daripada memprioritaskan pengendara maupun masyarakat setempat yang hendak mengisi bahan bakar minyak.
“Setiap transaksi pengisian BBM semisal membeli dengan harga Rp. 600.000
Mereka memberikan lebih kepada operator sekitar Rp. 25.000, kemudian security Rp. 10.000 tinggal kita kalikan saja yang melakukan pengecoran/pelangsir sampai 50 mobil per hari di setiap SPBU dengan berbagai jenis mobil, untuk pengawas kemungkinan sudah dibagi dananya hanya saja kuat dugaan dibalik layar,” timpalnya.
Selanjutnya masih keterangan dari narasumber, untuk di Kabupaten Pringsewu khususnya hampir seluruh SPBU yang melakukan praktek tersebut yang paling parah 3 SPBU di Kecamatan Gadingrejo, kemudian 1 SPBU di Kecamatan Pringsewu, kemudian 1 SPBU lagi di Kecamatan Ambarawa.
“Untuk data pendukung bilamana nantinya akan diserahkan kepada BPH Migas kami sudah serahkan kepada Handalonline.com video dan foto pengecoran di setiap SPBU yang masyarakat keluhkan, itu real karena saya dapatkan di group WhatsApp,” jelasnya.
Pihak SPBU Perioritaskan Pengecor
Selain itu dia menambahkan, bilamana masyarakat umum yang membeli BBM pihak SPBU mengatakan habis karena lebih memprioritaskan pengecor dibanding pengguna jalan yang hendak mengisi bahan bakar minyak.
“Karena pengecor pasti diduga memberikan uang lebih kepada operator maupun security, sementara minyak tersebut masih ada. Inilah yang harusnya ditindak tegas oleh BPH Migas, agar mencabut setiap izin SPBU yang nakal,” tegasnya.
Narasumber juga menyebutkan, informasi dari keponakannya yang dulunya berprofesi sebagai pelangsir atau pengecor ada dugaan BBM tersebut di tampung di beberapa gudang dan di oplos dengan minyak mentah (Minyak Cong) untuk mendapatkan untung banyak.
“Minyak yang didapat dari pengecor/pelangsir di SPBU BBM tersebut nantinya akan dijual ke penampung minyak ilegal untuk dioplos maupun di pendam yang ada di Kabupaten Pringsewu, Seperti contoh di gudang BBM ilegal di Pekon Podorejo, kemudian di Gadingrejo, selain itu gudang BBM ilegal Pekon Tambahrejo dan masih banyak lainnya. Saya berharap kepada pihak terkait seperti BPH Migas dan Polda Lampung untuk menertibkan SPBU karena masih saja ada oknum-oknum nakal seperti security operator,” tegasnya.
Pengendara Banyak Mengeluh Ketika Isi BBM
Kemudian saat media ini melakukan konfirmasi kepada pengendara ke salah satu sopir colt diesel, Soleh mengeluhkan terkait pengecoran BBM jenis solar yang kerap dilakukan di beberapa SPBU seperti di Kecamatan Gadingrejo ada 3 SPBU.
“Selain itu juga ada di SPBU Margodadi Ambarawa, kami sebagai sopir menduga ini ada permainan dari oknum SPBU itu sendiri seperti operator, security, maupun pengawas, harusnya mereka itu melayani kami bukan melayani pengecor, kalau seperti ini ya bagaimana sangat menghambat dan mempersulit pekerjaan kami karena kerap sekali kelangkaan BBM,” ujarnya.
Dia berujar, di Kabupaten Pringsewu bukan membandingkan dirinya sangat mengapresiasi SPBU 24.353.54 yang terletak di Jalan Pringsewu Selatan Kecamatan Pringsewu pasalnya SPBU tersebut menurut dirinya tidak pernah melayani pengecor maupun penglangsir.
“Tidak seperti SPBU lainnya, kami harap pihak terkait segera menertibkan dan menangkap serta mengamankan pihak-pihak yang memperhambat masyarakat untuk membeli BBM demi keuntungan pribadi,” pungkasnya.
Sementara itu, saat Handalonline.com melakukan konfirmasi kepada Ari Security SPBU 24.353.76 yang diduga terlibat dalam dugaan pengecoran BBM, mengatakan kepada media ini melalui pesan aplikasi WhatsApp.
“Waalaikumsalam,
Mohon maaf coba dicek saja di lapangan biar tau kejelasannya. Iya sama, om maaf SPBU kita setiap mobil cuma bisa 1x satu hari,” ucapnya singkat.
Begitu juga saat media ini melakukan konfirmasi kepada Pace Security SPBU 24.353.154 dia menyampaikan, tidak ada pengondisian dia mengatakan sebagai keamanan menjaga dan mengatur agar tidak macet.
“Bang bukan mengkondisikan pengecoran, namanya saya sebagai keamanan kan menjaga dan mengatur biar tidak macet,” katanya singkat melalui pesan aplikasi WhatsApp.
Selanjutnya media ini berupaya melakukan konfirmasi kepada Cada selaku Security SPBU 24.353.150 terkait dugaan pengecoran BBM, tidak merespon meskipun sudah dikirimkan pesan ke WhatsApp maupun telepon, kemudian dia sempat menghubungi WhatsApp wartawan media ini, namun saat dihubungi kembali tidak menjawab.
Kemudian media ini juga menghubungi Supri Security SPBU 24.3531.61 dia membenarkan jika dirinya memang security di tempat SPBU tersebut.
“Maaf mas sy coba jawab benar dirinya memang security SPBU Podorejo, Untuk penjualan solar itu terbuka untuk umum siapapun boleh beli, yang pasti ada barcode kami dari karyawan SPBU pasti akan isi masing-masing pembeli satu putaran, saya gak ngordinir masalah pemorot/pengecor buka itu urusan pembeli itu saja infonya, terima kasih Siang mas indra,” terangnya.
Media ini kembali melakukan konfirmasi kepada Heri Security SPBU 23.353.20 dia menyampaikan, tidak merasa mengoordinasikan pengecoran.
“Ya saya Heri, saya tidak pernah merasa pengordinasikan pengecoran itu sepertinya pengamen yang ada di foto,” ujarnya singkat.
Media handalonline.com juga melakukan konfirmasi kepada Angga operator SPBU 24.353.158 melalui pesan aplikasi WhatsApp, meskipun sudah dikirimkan pesan maupun ditelepon tidak merespon. Selanjutnya saat media ini kembali menghubungi maupun melakukan upaya konfirmasi, kemudian profil WhatsApp operator SPBU Angga sudah tidak ada dan diduga memblokir nomor wartawan media ini.
Wartawan media ini juga melakukan konfirmasi kepada Lusi operator SPBU 23.353.18, meskipun sudah dikirimkan pesan whatsapp untuk melakukan upaya konfirmasi namun tidak merespon, begitu juga saat dilakukan telepon aplikasi WhatsApp. (red)
