Pesawaran (HO) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung mengumpulkan ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) jenjang SMA Negeri dan SMK Negeri se-Kabupaten Pesawaran dalam kegiatan pembinaan, Kamis, 11 Desember 2025. Acara berlangsung di Aula Islamic Center Pesawaran di bawah koordinasi Cabang Dinas (Cabdin) Wilayah II.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.Stp., M.H., hadir langsung memberikan pengarahan didampingi Kabid GTK Jhoni Efendi, S.T., M.T., dan Kacabdin Wilayah II Rodi Hayani Samsun, SH. MIP.
Di hadapan para peserta, Thomas menegaskan bahwa kualitas pendidikan di Lampung tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tapi juga oleh karakter dan semangat para pendidik. Ia meminta PPPK bekerja sepenuh hati dan memahami tanggung jawab sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara.
“Status PPPK bukan sekadar perjanjian kerja. Ini adalah amanah. Kami ingin seluruh PPPK menjaga etika, meningkatkan kompetensi, dan menunjukkan kinerja yang benar-benar dirasakan oleh peserta didik dan masyarakat,” kata Thomas.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi. Menurutnya, peningkatan kualitas tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi harus ditopang kemauan pribadi dari setiap guru dan tenaga kependidikan.
Thomas turut mengingatkan agar PPPK memahami regulasi terbaru, termasuk sistem evaluasi berkala. Ia menegaskan bahwa pembinaan semacam ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya menyiapkan SDM pendidikan yang kuat.

“Kami ingin Lampung punya standar baru. Bukan hanya menyelesaikan tugas, tapi menghadirkan perubahan. Sekolah harus menjadi ruang yang hidup, dan itu dimulai dari bagaimana guru bekerja,” tambahnya.
Di sela kegiatan, Kabid GTK Jhoni Efendi memastikan seluruh undangan hadir semua.
“Jumlah peserta hadir 440 orang. Hadir semua kepala sekolah SMA Negeri dan SMK Negeri se-Kabupaten Pesawaran, setiap PPPK harus faham tugas pokok dan fungsi sebagai pelayan publik sehingga dapat merubah kualitas dan mutu pendidikan, selanjut nya bertujuan untuk meningkat kompetensi serta memberikan pemahaman secara mendalam sesuai peraturan gubernur” ujarnya singkat.
Kegiatan pembinaan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan teknis tentang tata kelola kepegawaian PPPK, indikator kinerja, dan mekanisme evaluasi. Cabdin Wilayah II memastikan pendampingan akan terus dilakukan agar seluruh PPPK berada pada jalur yang benar.
Suasana pembinaan berlangsung aktif. Para peserta berdiskusi mengenai tantangan di sekolah masing-masing, sementara Thomas menegaskan kembali bahwa seluruh perbaikan harus dimulai dari sikap dan komitmen individu.
Dengan kehadiran penuh dari 440 peserta, Pembinaan PPPK ini menjadi momentum memperkuat budaya kerja baru di satuan pendidikan menengah Pesawaran. (red)
