Pesawaran (HO) – Dalam semangat tema Guru Hebat Indonesia Kuat, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung menggelar upacara dan serangkaian kegiatan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 di lapangan sekolah. Acara berlangsung meriah, dengan partisipasi aktif seluruh siswa dan guru.
Viva Kusneti, M.Pd Kepala SDN 2 Punduh Pedada mengatakan, pihaknya hari ini telah melaksanakan kegiatan upacara bendera dengan penuh khidmat, memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80.
“Hari ini kita memperingati Hari Guru Nasional 2025 dengan penuh rasa hormat dan syukur. Tanggal 25 November selalu menjadi momen istimewa, hari di mana kita mengenang jasa para guru yang telah membimbing, mengajar, dan mendidik tanpa pamrih demi masa depan bangsa,” ujar Viva Kusneti, M.Pd kepada Handalonline.com Rabu (26/11/2025).

Selain itu dia juga mengatakan, peringatan HGN di SDN 2 Punduh Pedada diwarnai dengan perlombaan, melibatkan dewan guru seluruh jenjang kelas, dirancang untuk menumbuhkan kreativitas dan apresiasi terhadap peran guru.
“Kita juga mempersembahkan tampilan kreasi anak-anak dan juga guru menampilkan tari kolosal bergiliran antara guru dengan siswa. Dalam satu persembahan dimulai dari pertama kali guru yang menari lagu pang lipandang dan dilanjutkan oleh anak-anak menampilkan lagu-lagu daerah Nusantara, setelah itu ada tampilan dari kelas 2 kemudian kelas 6, yang artinya guna memupuk rasa percaya diri siswa supaya mereka tidak malu untuk tampil menggali kreativitas siswa di bidang seni,” jelasnya.
Kemudian di akhir statement-nya Viva Kusneti, M.Pd menyampaikan, Makna Tema Hari Guru Nasional 2025: “Guru Hebat, Indonesia Kuat”
“Memiliki makna mendalam tentang pentingnya peran guru dalam membangun kekuatan bangsa melalui pendidikan yang berkualitas. Guru yang hebat bukan hanya mereka yang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga yang memiliki komitmen moral, karakter kuat, serta kemampuan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik,” pungkasnya.
Di akhir acara ada pemotongan tumpeng. Kepala sekolah memberikan suapan kepada setiap guru sebagai tanda kasih sayang dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi guru dan siswa. (red)
