Lampung Selatan (HO) – Usai mengikuti Kegiatan Program Benchmarking Study ke Tiongkok Kepala Desa Triharjo, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung mengucapkan terima kasih karena telah diberi pengalaman yang berharga guna membangun desa. Melalui kegiatan yang telah berlangsung mendapat berbagai inovasi dan memperluas jejaring kerjasama dalam mewujudkan desa mandiri, maju, dan berdaya saing.
Santoso Kades Triharjo menjelaskan, Program di ikuti oleh 22 Kepala Desa dari berbagai daerah di Indonesia. Diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia bekerja sama dengan Ministry of Agriculture and Rural Affairs (MARA), serta didukung oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
“Dalam kegiatan yang telah berlangsung Benchmarking Study soal pembiayaan sepenuhnya dibiayai oleh kedutaan Tiongkok yang ada di Indonesia. Sangat banyak sekali pengalaman yang berharga saya dapatkan, karena di sana memang kita kunjungannya pertama tentang tata kelola ke Pemerintahan desa, kemudian tentang Pertanian modern,” ujar Kades Santoso kepada Handalonline.com Sabtu (8/11/2025).
Santoso melanjutkan, pengalaman selama dirinya di sana Negara Cina sangat kuat mempertahankan budaya mereka.

“Ini yang perlu kita contoh di Indonesia Khususnya di Desa Triharjo, Kecamatan Merbau Mataram jangan sampai kehilangan jati diri sebagai bangsa, kemudian pengalaman yang saya dapat akan saya adopsi. Setelah itu saya terapkan, baik itu di tata kelola ke Pemerintahan desa maupun Pertanian pada khususnya Pertanian sayuran,” ucapnya.
Selain itu dia juga menyampaikan, mewakili Pemerintah Desa Triharjo mengucapkan terima kasih Kepada Bupati Lampung Selatan, selanjutnya kepada Kementerian Desa dan Pembangunan daerah tertinggal, serta khusus untuk panitia pendamping, selain itu terutama kepada Kedutaan Besar China yang ada di Tiongkok.
“Yang sudah memfasilitasi biaya kami untuk berangkat ke Negara Cina dalam rangka Benchmarking Study ke Tiongkok, selama dari tanggal 28 sampai tanggal 5 November. Tentunya mohon maaf atas segala kekurangannya karena memang budaya kita berbeda pasti ada hal-hal yang tentunya kami tidak sengaja melakukan kesalahan,” pungkasnya. (red)
