Tanggamus (HO) – Pasca dilaporkannya dugaan korupsi di tubuh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tanggamus Provinsi Lampung puluhan Miliar ke Kejati Lampung memunculkan fakta-fakta baru.
Masyarakat Tanggamus membuka tabir atas dugaan korupsi fee proyek dan permainan di setiap pekerjaan yang ada di Bumi Begawi Jejama, salah seorang sumber menuturkan isu bagi-bagi fee dan setoran sudah menjadi rahasia umum di Tanggamus dan menduga ada peran mantan Bupati Tanggamus selama menjabat.
Indikasi Korupsi Mantan Bupati Tanggamus di Sebut
“Pejabat di PUPR Tanggamus ini masih orang-orang lama, yang dilaporkan pekerjaan baru tahun anggaran 2024 berarti Bupati masih bu Dewi, sebelumnya juga banyak terjadi indikasi-indikasi korupsi, apalagi di Dinas PU,” ungkapnya, Jumat (8/8/2025).
Ditegaskan sumber tersebut, jika dugaan korupsi ini dibongkar pejabat PUPR tidak bisa mengadu kemana-mana karena pada 2025 sudah transisi Bupati baru H. Mohammad Saleh Asnawi.
“Saya dapat info pak Saleh (Bupati baru Tanggamus) tidak membela ulah oknum-oknum PUPR Tanggamus ini karena dugaan kasus korupsi ini yang bersangkutan belum Bupati, jadi tidak tau menahu, sedangkan Kepala Dinas ini sudah lama duduk di kursi Kadis PUPR Tanggamus,” tegasnya.
“Cuma baik Kadis, Sekretaris maupun Kabid yang membidangi ini merasa aman karena proyek yang dilaporkan ini punya orang kuat bang, mungkin mereka merasa kebal hukum, makanya kami pasti kawal laporan ini bila perlu sampai KPK,” timpalnya.
Hingga berita ini diterbitkan baik Kepala Dinas PUPR Tanggamus Riswanda Djunaidi, Sekretaris dan Kabid Bina marga Bowo Nugroho tidak dapat dihubungi.
Sedangkan mantan Bupati Pringsewu Dewi Handajani saat dimintai keterangan di nomor whatsapp 0822-8030-XXXX dan nomor 0811-790-XXX tidak merespon meski ponsel dalam keadaan aktif. (ran)
Diberitakan sebelumnya dengan link: Diberitakan sebelumnya dengan link: Belasan Miliar Anggaran Proyek PUPR Kabupaten Tanggamus Terindikasi Korupsi
