Kamis, Juni 13, 2024

Sumur Bor dan Pemerataan Lahan Makam, Diduga Jadi Ajang Korupsi Kakon Panjerejo

Pringsewu (HO) – Masyarakat Pekon/Desa Panjerejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung mengeluh, pasalnya jenis kegiatan pembukaan lahan makam dan pembuatan sumur bor yang terletak di Dusun ll RT 003 RW 002 yang menggunakan anggaran dana desa (DD) tahun anggaran 2023, manfaatnya tidak dirasakan oleh masyarakat dan tidak sesuai dengan anggaran yang dikucurkan dan terindikasi ada dugaan kolusi korupsi dan nepotisme (KKN) yang dilakukan oleh Siswanto selaku kepala pekon setempat.

Dijelaskan oleh masyarakat Dusun 1 Panjerejo, ada beberapa jenis kegiatan yang menggunakan anggaran dana desa (DD) tahun anggaran 2023 Pagu pekon/desa sebesar Rp. 872.308.000 banyak dimanipulasi laporan pertanggung jawabannya dan kuat dugaan ada indikasi penyimpangan anggaran.

“Salah satunya ada jenis kegiatan item Pembukaan lahan untuk pemakaman sebesar Rp 62.523.000 menurut kami selaku masyarakat tidak sesuai jika anggaran sebesar itu hanya dibangunkan sumur bor  serta pemerataan lahan makam pasal nya sumur tersebut tidak dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” terang masyarakat Desa Panjerejo kepada Handalonline.com saat melakukan uji informasi, Senin (6/5/2023).

Sumur Bor dan Pemerataan Lahan Makam, Diduga Jadi Ajang Korupsi Kakon Panjerejo

Kemudian dia juga mengatakan item tersebut dibangunkan di tempat pemakaman sehingga jenis kegiatan tersebut tidak dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat apalagi sampai menelan anggaran hingga puluhan juta rupiah menurut masyarakat itu tidak sesuai dan kuat dugaan masyarakat sisa anggaran tersebut dikorupsi.

“Bagaimana mau dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pembuatan sumur bor tersebut menelan anggaran puluhan juta rupiah kemudian untuk listriknya pun tidak ada jadi apa yang mau digunakan oleh masyarakat serta di situ juga tertera pembukaan lahan makam,” sebutnya.

“Menurut kami selaku masyarakat lahan makamnya seperti itu saja tidak ada rubahnya menurut kami pihak-pihak terkait sudah tahu namun yang kami bingungkan kenapa bungkam terkesan tutup mata tentunya dalam hal ini kami sangat berharap kepada aparat penegak hukum yang ada di kabupaten Pringsewu segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap kepala pekon kami Siswanto,” timpalnya.

Lebih lanjut masyarakat juga mempertanyakan terkait  item Penimbunan Jalan Tani RT 01 Rp 7.560.000 dan Penimbunan Jalan Tani RT 08 Rp 9.070.000

ada juga Pembangunan Jalan Usaha Tani Pembangunan Jalan Tani TPT RT 8 Rp 63.889.000 serta Pembangunan Jalan Usaha Tani Pembangunan Jalan Tani TPT dan Drainase RT 01 Rp 51.209.000 kemudian Pembangunan Jalan Usaha Tani Pembangunan jalan tani TPT dan Drainase RT 06 Rp 86.304.000.

Baca Juga:  Jelang Konferkab, Ketua PWI Pesawaran: Jangan Ada Intervensi Anggota

“Untuk item-item tersebut tentunya kami pertanyakan dan kami selaku masyarakat siap menerangkan bilamana nantinya aparat penegak hukum turun ke desa/Pekon kami karena indikasi dugaan korupsi di pekon kami sudah bukan lagi menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat,” timpal nya.

Kemudian masyarakat juga berharap pada penegak hukum untuk memeriksa jenis kegiatan item rehabilitasi gedung posyandu rinjani yang menelan anggaran sebesar Rp 16.875.000 dan Gedung Bangunan posyandu PKD Pembangunan Pagar Posyandu Kerinci sebesar Rp 11.068.000 dan penutup Pemandian jenazah sebesar Rp 8.000.000.

“Tentunya ketiga jenis kegiatan tersebut kami minta diperiksa karena kami duga ada indikasi penyimpangan anggaran,” ungkap nya.

Tidak hanya itu masyarakat juga menduga terkait item Pengadaan Mesin Pompa Air sebesar Rp 13.000.000.

“Kami juga mempertanyakan terkait tersebut inilah yang terjadi di Pekon kami kepala Pekon tidak pernah transparan dalam mengelola setiap pelaksanaan kegiatan yang menggunakan anggaran dana desa,” kata nya.

Selanjutnya masyarakat juga mempertanyakan terkait jenis kegiatan item Pembangunan Drainase Sawah RT 03 sebesar Rp 58.265.000.

“Kami tidak menutup kemungkinan terkait item tersebut benar adanya namun kami selaku masyarakat mulai curiga kalau terkait item tersebut anggarannya banyak dimanipulasi,” jelas nya.

Masih keterangan dari masyarakat mereka juga menyayangkan yang mana pemerintah pekon terkesan membuang-buang anggaran terkait pengadaan jenis kegiatan Lampu tenaga surya yang menelan anggaran sebesar Rp 16.250.000.

“Itu di jalan arah menuju ke makam terdapat dua tiang yang tidak ada lampunya dengan anggaran sebesar itu sangat disayangkan menurut kami selaku masyarakat jika manfaatnya tidak dirasakan oleh masyarakat dan ini sebenarnya sudah lama kami pendam kami selaku masyarakat sangat berharap kepada aparat penegak hukum segera turun ke desa dan memeriksa semua laporan pertanggungjawaban karena kami sangat yakin item-item lainnya di tahun sebelumnya  juga banyak dimanipulasi dan kuat dugaan dijadikan ajang korupsi untuk kepentingan pribadi,” tegas nya.

Sementara itu masyarakat yang tidak mau disebut namanya mengatakan dan sangat berharap kepada pihak terkait seperti Kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu untuk segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Siswanto Selaku Kepala Pekon/Desa Panjerejo.

Baca Juga:  Cegah Stunting, Kakon Unggak Bagikan PMT Untuk Balita

Karena menurut mereka saat desa mereka dipimpin oleh Siswanto tidak banyak perubahan yang dilakukan dan bahkan sarana jalan jauh dari kata layak yang tentunya sangat diharapkan masyarakat malah tidak menjadi prioritas.

“Ya tentunya dalam hal ini kami sangat berharap untuk pihak-pihak yang kami sebutkan segera turun ke ke desa kami karena banyak keluhan-keluhan kami selaku masyarakat sebenarnya kami tidak berani namun jika kami diam mungkin pekon kami tidak akan ada kemajuan dan semoga apa yang menjadi keluhan kami dapat ditanggapi dan ditindaklanjuti,” terang masyarakat.

Di akhir keterangan dari masyarakat mereka menyampaikan dan sangat berharap apa yang sudah mereka keluhkan yang dituangkan melalui pemberitaan agar dapat direspon dan bilamana terbukti mereka berharap agar ditindak tegas agar tentunya menjadi efek jera bagi pemerintah pekon dalam merealisasikan anggaran dana desa.

“Mungkin itu harapan kami semoga apa yang menjadi keluhan kami bisa menjadi pintu masuk aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti keluhan kami selaku masyarakat dan kami selaku masyarakat siap memberi keterangan yang sebenar-benarnya bilamana nantinya aparat penegak hukum turun ke desa kami,” pungkas nya.

Miswanto Kepala Pekon Panjerejo Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung

Sementara itu Kepala Pekon Panjerejo Miswanto saat dikonfirmasi Handalonlie.com melalui aplikasi WhatsApp terkesan menghindar dan mengatakan dirinya sedang rapat setelah rapat akan ada acara kondangan dan beberapa saat kemudian Miswanto menghubungi untuk bertemu dulu di kediaman salah satu kepala Pekon dan meminta pemberitaan jangan diterbitkan.

Kemudian saat media ini kembali menghubungi melalui aplikasi WhatsApp menerangkan terkait item tersebut itu tidak hanya sumur bor keseluruhan sama pemerataan sama menggunakan alat berat kemudian sama sumur bor itu keseluruhan Rp. 60 juta sekian.

“Nanti bisa bicara langsung dengan yang di lapangannya dulu ya sering ke lokasi melihat pekerjaan tersebut dan untuk sumur bor  belum bisa dipakai karena belum dipasang meteran listrik tapi sudah dibayar yang masang itu si nur orang Bumen termasuk uang sudah diberikan kenapa kok pakai lama kalau memang sudah ada ya dipasang  karena mau difungsikan oleh masyarakat,” kilahnya.   (Indra Jaya)

Berita Populer

Jelang Konferkab, Ketua PWI Pesawaran: Jangan Ada Intervensi Anggota

Pesawaran (HO) - Menjelang Konferensi Kabupaten (Konferkab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran Lampung, yang akan di gelar pada akhir Juni 2024 mendatang, seperti...

Kembangkan E-Katalog Lokal, Pemkab Pesawaran Gelar Sosialisasi Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa

Pesawaran (HO) - Pemerintah Kabupaten  Pesawaran Provinsi Lampung  melalui Bagian pengadaan barang dan jasa, menggelar kegiatan Sosialisasi Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)...
error: Content is protected !!