Selasa, Desember 9, 2025

Kades Pekon Ampai Ajak Masyarakat Lestarikan Seni Budaya Lampung

Pesawaran (HO) – Kepala Desa Pekon Ampai Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran Ridwan menyebut. Era informasi dan teknologi atau era modernisasi sangat mempengaruhi seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat pedesaan. Adat yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat dapat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang disebabkan oleh kemajuan informasi dan teknologi.

Hal itu dikatakan Ridwan saat diwawancarai media ini di Desa Pekon Ampai pada Kamis (31/8/2023).

Dikatakan Ridwan, Sementara banyak sekali nilai-nilai filosofi dalam masyarakat adat di pedesaan yang telah hidup dan berkembang dapat dijadikan norma-norma atau nilai kehidupan yang sangat tinggi. Untuk itu dia mengajak generasi muda yang ada di Desa Pekon Ampai, untuk melestarikan kesenian Tari yang ada di desa tersebut.

Baca Juga:  LSM PRO RAKYAT Adukan Darurat Korupsi Lampung ke Presiden Prabowo

“Kami sudah memiliki warisan adat dan budaya, seperti Seni Tari Sembah, Seni Tari Pedagang, Seni Tari Dana, dan ada juga Seni Tari bedana, Tari Zapin, Tari Selendang, ditambah lagi Seni Tabuh, yaitu Tabuh lama, hadera, Rebana dan Ngakhak,” jelas Ridwan.

“Hanya saja, saat ini kami sedang memperbaiki pengelolaan manajemen nya yang masih lemah, karna kita butuh tempat untuk latihan, seperti sanggar dan lain lain, namun, itu sudah menjadi wacana kami, ditambah potensi SDM yang tersedia masih butuh dukungan dari pemerintah daerah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ketua Harian YALPK GROUP Menduga Ada Pelanggaran Proses Akta Jaminan Fidusia oleh Leasing

Ditambahkan Ridwan, perkembangan peradaban manusia saat ini telah berubah jauh dengan dicapainya beberapa kemajuan di bidang teknologi, pendidikan, dan di segala aspek kehidupan, untuk dia berharap agar pemerintah daerah dapat mendukung pembangunan desa pekon ampai baik sarana dan prasarana pembangunan serta peningkatan SDM masyarakat setempat.

Diketahui, Wilayah Desa Pekon Ampai seluas 1400 Ha. dengan populasi jumlah penduduk yang mencapai sebanyak 802 jiwa. Dan memiliki area pertanian seluas 1345 hektar, yang terdiri dari pertanian sawah, pertanian Tambak Udang, perkebunan, perhutanan mangrove dan hutan marga. (Red)

Berita Populer

Desak Copot Kepala BPKP Lampung, LSM PRO RAKYAT Datangi BPK RI dan Surati Presiden Prabowo

Sekretaris Umum Menilai Perwakilan BPK Provinsi Lampung Lakukan Pemeriksaan Tidak Sesuai Standar Lampung (HO) - Menjelang Tutup Buku Tahun Anggaran 2025, Ketua Umum LSM PRO...

Ketua Harian YALPK GROUP Menduga Ada Pelanggaran Proses Akta Jaminan Fidusia oleh Leasing

Jawa Timur, Sidoarjo (HO) - Berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan oleh Yayasan Advokasi Lembaga Perlindungan Konsumen (YALPK GROUP), ditemukan dugaan pelanggaran oleh leasing atau...
error: Content is protected !!