Kades Pagar Jaya Gali Potensi, Terapkan Program, Pembangunan Maju Pesat, Masyarakat Sejahtera

 Editor: M.Ismail 
Poto bersama dengan Kepala Desa Pagar Jaya Fauzi Khairul Anwar

Pesawaran (HO) – Kepala Desa Pagar Jaya Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran, Fauzi Khairul Anwar dalam memajukan pembangunan dan mensejahterakan masyarakat nya dengan menggali berbagai potensi desa, sehingga desa yang terujung di Bumi Andan jejama tersebut menjadi maju pesat.

Kepala Desa Pagar Jaya Kecamatan Punduh Pidada Fauzi Khairul Anwar mengatakan bahwa ada sejumlah potensi yang masih terus digali guna mensejahterakan perekonomian masyarakat yang dipimpinnya.

“Desa Pagar Jaya merupakan wilayah terujung dari Kabupaten Pesawaran, karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Tanggamus. Desa kami memiliki banyak potensi alam yang masih terus dikembangkan agar dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang banyak beraktifitas di laut dan perkebunan,” kata dia, Selasa (18/10/2022).

Ia juga menuturkan, bahwa luasan geografis desanya ada sekitar kurang lebih 21.000 Hektar. Dan memiliki jumlah penduduk laki-laki 813 jiwa serta perempuannya ada 716 jiwa dengan jumlah 439 kepala keluarga.

“Untuk pendapatan masyarakat kebanyakan dari perkebunan, seperti pisang kopi coklat dan tanaman tahunan serta nelayan. Karenanya, jalan atau infrastruktur yang berada atau menuju perkebunan terus kita bangun dan menjadi fokus pembangunan desa,” tutur dia.

Desa Pagar Jaya tidak ada bangunan sekolah SMP, SMU atau SMK apalagi perguruan tinggi. Untuk pendidikan masyarakatnya hanya tersedia pada 2 PAUD dan 2 SD Negeri. Lalu, untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi harus ke kota atau di desa lain yang memiliki fasilitas tersebut.

“Kami tetap bersyukur, secara umum infrastruktur telah terbentuk badan jalannya tinggal pengerasan atau dibeton. Sampai saat ini, aktifitas pendidikan tidak ada masalah hanya saja jalan yang menuju tempat destinasi wisata sangat perlu diperhatikan,” ujar dia.

Baca Juga:  Kajati Lampung Resmikan Rumah Restorative Justice dan Badan Rehabilitasi Narkotika Adhyaksa Lamtim
Wisata Pantai Teluk Hantu yang ada di Desa Pagar Jaya, surga terselubung di Provinsi Lampung

Keterbatasan menuju destinasi wisata yang dimaksud adalah akses ke Teluk Hantu dan Pulau Wayang yang masih berbentuk tanah sehingga sangat sulit dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat manakala hujan.

“Kalau pengunjung ke lokasi tersebut sudah mulai banyak, nantinya akan ada home stay yang disediakan masyarakat setempat. Sehingga para wisatawan dapat menginap dan pagi harinya dapat menyaksikan aktifitas ikan lumba-lumba yang kerap muncul pagi dan sore hari,” ucap dia.

Tidak hanya akses jalan, lanjutnya, akses internet dan jaringan telekomunikasi juga menjadi hambatan. Pasalnya, selain di Desa Pagar Jaya signal mengalami blangspot juga belum adanya provider yang dapat membangun menara atau tower guna mempermudah signal.

“Sangat kesulitan, untuk itu ketika dilakukan zoom meeting oleh pemda atau bupati, kami kerap ketinggalan karena harus mencari tempat dimana ada signal. Saya yakin, kalau akses internet lancar terlebih jalan dibeton akan lebih pesat perkembangannya. Karena, pengunjung dari luar akan lebih memilih jalur darat dari pada laut,” ungkapnya.

Kemajuan pembangunan desa tersebut juga tidak luput dari keterlibatan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yang secara masif mendorong desa-desa yang ada nantinya dapat menjadi desa mandiri. Diantaranya adalah memaksimalkan anggaran yang ada guna pembangunan infrastruktur meskipun dengan keterbatasan. Dan, di Desa Pagar Jaya sejumlah ruas jalan telah dibeton meskipun belum seluruhnya.

Kemudian, program satu desa satu destinasi wisata, desa pintar atau smart village yang itu semua merupakan upaya memajukan Bumi Andan Jejama ke arah yang lebih baik dan sejahtera. Prosesi tersebut sedikit mengalami keterlambatan setelah dua tahun terbentur dengan pandemi corona yang sangat menguras anggaran, baik APBD kabupaten dan provinsi maupun ABPBN ditingkat nasional.

Baca Juga:  Oknum LSM GMBI, Akui Kesalahan Dihadapan Majelis Hakim PN Gedongtataan

“Mudah-mudahan, kedepan tidak ada lagi blangspot di wilayah Kabupaten Pesawaran. Kita sedang galakan digitalisasi, baik di desa kecamatan serta OPD atau pemda. Nah, pembangunan tower provider di areal yang masih blangspot rencananya segera dibangun, karena perencanaannya sudah dilakukan beberapa tahun sebelumnya hanya kemarin kan pandemi, jadi ya harap maklum, ” kata Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Teknologi serta Persandian Kabupaten Pesawaran Jayadi Yasa.

Ia juga menegaskan, nantinya dengan berbagai upaya setiap desa diharapkan mampu mengaktifkan website desa sehingga dapat mengeksplore potensi yang ada serta mempermudah masyarakat mendapat informasi secara cepat.

“Ya, sesuai dengan harapan Pak Bupati, kedepan website desa harus lebih aktif. Tentunya, didukung dengan sumber daya manusia yang berkualitas agar dapat mengoperasikan IT,” tegas dia.

Kemudian soal kesehatan, Desa Pagar Jaya hanya memiliki satu bidan desa dan tidak terjamah oleh perawat homecare yang dapat melayani kebutuhan kesehatan masyarakat. Kondisi tersebut diakui Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran yang dikemukakan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran dr. Andika didampingi Kabag TU nya Firman diruang kerjanya.

“Memang untuk wilayah pesisir masih kekurangan tenaga perawat dan perawat homecare yang ditempatkan di Kecamatan Punduh Pidada hanya tiga orang. Nah, perawat homecare tersebut harus melayani 10 desa, sehingga wajar kalau ada desa yang belum terlayani secara maksimal,” pungkasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here