Disdikbud Pesawaran Wajibkan Guru Mengajar PTM Peroleh Vaksinasi Lengkap

 Editor: M.Ismail 
Kadisdikbud Pesawaran Anca Martha Utama

Pesawaran (HO) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran, mewajibkan bagi para tenaga pendidik di semua tingkatan sekolah yang mengajar secara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) harus memperoleh vaksinasi lengkap.

Kepala Disdikbud Pesawaran Anca Martha Utama mengatakan, guru yang diperbolehkan melakukan pengajaran secara PTM hanyalah guru yang sudah mendapatkan vaksin lengkap.

“Jadi untuk tenaga pendidik yang memiliki komorbit tidak terkontrol atau kondisi medis tertentu berdasarkan keterangan dokter, dianjurkan dalam melaksanakan pembelajarannya melalui jarak jauh. Hal itu guna melindungi kesehatan para murid serta guru itu sendiri dari paparan virus covid-19,” ujarnya, Selasa (19/7/2022).

Dirinya mengatakan, meskipun saat ini Kabupaten Pesawaran masuk kedalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1, namun penerapan prokes secara ketat harus tetap dilakukan dan dipantau oleh pihak sekolah.

Baca Juga:  Sulam Jelujur Mendunia, Sukses di Amerika Kini Tampil di Dubai

“Kalau melihat dari level PPKM Pesawaran, kita diperbolehkan untuk melaksanakan PTM 100%, namun pihak sekolah juga tetap harus mengedepankan prokes anak-anak didiknya, seperti menggunakan masker saat berada dilingkungan sekolah sampai di dalam kelas, dan pihak sekolah juga harus mengatur lokasi tempat duduk anak murid agar berjarak,” ujar dia.

Menurutnya, sampai saat ini vaksinasi dosis satu untuk para anak murid telah mencapai 90% lebih sedangkan untuk dosis keduanya telah mencapai 80%.

Baca Juga:  Sukseskan Pilkades, Polres Pesawaran Amankan TPS, Bupati: Ganggu Keamanan Siapkan Sel Khusus

“Kita masih terus berupaya dan berkoordinasi dengan pihak terkait, agar para anak murid kita ini semuanya sudah harus divaksin secara lengkap, namun kalau untuk booster memang belum ada teknisnya bagi anak SD,” kata dia.

“Dalam menjaga kesehatan anak murid dari terpapar virus covid ini, perlunya kerja sama semua pihak, baik pihak sekolah yang bertanggung jawab penerapan prokes anak murid di lingkungan sekolah, kemudian para wali murid juga sebisa mungkin membawakan bekal sehingga anaknya tidak jajan diluar, kemudian juga memberikan pemahaman kepada anak tentang bahayanya virus covid ini, apalagi adanya varian baru,” katanya. Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here