Warga Pancasila Sambangi Kejari Lamsel Pertanyakan Laporan Dugaan Penyelewengan ADD

 Editor: M.Ismail 

Lampung Selatan (HO) – Masyarakat bersama beberapa warga desa Pancasila Kecamatan Natar Lamsel di dampingi Ketum BARAK NKRI, sambangi Kejaksaan Negeri Lamsel guna pertanyakan tindaklanjut laporan terkait penggunaan ADD dan DD diduga ada penyelewengan anggaran karena banyak yang fiktif dari tahun 2018, 2019 dan 2020, banyak dokumen-dokumen dengan tanda tangan diduga palsu di dalamnya, Rabu (6/7/2022).

Sigit perwakilan masyarakat Pancasila Kecamatan Natar Lamsel mengatakan, bahwa dirinya dan warga datang ke Kejari Lamsel guna mempertanyakan prihal laporan mereka yang telah di sampaikan pada 22 November 2021 lalu. Masyarakat yang ikut ke kantor Kejari Lamsel adalah perwakilan dari 6 dusun yang ada di Desa Pancasila Kecamatan Natar Lamsel.

Ketum LSM DPP BARAK NKRI, Irawan S.H.

“Kedatangan warga disini agar mendengar secara langsung penjelasan dari kejaksaan terkait laporan tersebut, agar tak menjadi tanda tanya terus,” ujar Sigit saat berdialog bersama Heri Susanto selaku Kasi Pidsus Kejari Lamsel.

Baca Juga:  Desa Hanau Berak Gelar Vaksinasi Dosis 1, 2 dan Dosis 3 Untuk 163 Warga

Sementara Kasi Pidsus Kejari Lamsel Heri Susanto mengatakan, bahwa terkait persoalan laporan masyarakat dugaan penyelewengan anggaran ADD dan DD ini baru masuk tahap penyelidikan, karena proses di pidsus ada penyelidikan, ada penyidikan baru masuk di penuntutan, dan berkas tersebut baru masuk di ruang pidsus baru dua Minggu ini.

“Berkas baru itu dilimpahkan ke Pidsus baru dua mingguan, dan untuk saat ini masih tahap penyelidikan, kalau di pidsus SOP nya maksimal 6 bulan proses penyelidikan,” jelasnya usai berdialog dengan warga perwakilan Desa Pancasila,

Lanjut Heri bahwa surat perintah penyelidikan pun baru turun dan dasar itu pula untuk kami dapat mulai tahapan penyelidikan kedepannya ini.

Heri juga menjelaskan untuk berkas-berkas dari pelapor masih perlu penambahan, lalu Kejari ke depannya nanti akan memanggil para saksi untuk memberikan keterangan terkait persoalan ini, setelah itu baru meningkat pada tahap penyidikan, yang kemudian dilanjutkan dengan penuntutan.

Baca Juga:  Antusias Masyarakat Desa Gebang, Sebanyak 401 Warga di Vaksin

Diwaktu yang sama Risqi Haqquan bagian penyidikan mewakili bidang Intel Kejari Lamsel menjelaskan, bahwa setelah pihaknya menerima surat hasil investigasi khusus dari inspektorat baru kemudian menggelar ekspose untuk meningkat pada tahap selanjutnya.

Dikatakannya memang untuk tindak pidana korupsi ini diperlukan proses dan perhitungan, bidang Intel juga telah turun ke lapangan untuk mengadakan perhitungan, demikian pula dengan Inspektorat juga turun dan telah mengadakan perhitungan.

Untuk hasil investigasi khusus Inspektorat baru masuk awal bulan ini, dan kita telah lakukan ekspose untuk dapat ditingkatkan pada tahap selanjutnya.

“Setelah pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dari Intelejen juga hasil perhitungan Inspektorat, kami anggap sudah layak untuk ditingkatkan tahap selanjutnya, maka kami limpahkan perkara ke Pidsus,” jelasnya. (lndra Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here