HMI Bandar Lampung Desak Polisi Usut Penganiayaan Terhadap Ketum DPP KNPI

 Editor: M.Ismail 

Bandar Lampung (HO) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung mengecam atas tindakan penganiayaan terhadap Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (21/2/2022).

Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Bandar Lampung sangat menyayangkan atas tindakan tersebut, tindakan kekerasan itu sangat membahayakan apalagi sampai mengeluarkan darah.

“Bang Haris adalah senior kami, selain beliau ketua DPP KNPI beliau juga adalah Pengurus Korps Alumni HMI (KAHMI) Nasional, Oleh sebab itu kami mengecam atas tindakan tersebut dan mendorong pihak kepolisian agar cepat dalam mengusut tuntas kasus itu, supaya hal yang sama tidak terjadi lagi terhadap Masyarakat Indonesia wabil khusus keluarga besar HMI,” tegas Ryki.

Baca Juga:  Sambut HUT RI Ke-77, Desa Durian Benahi Lapangan Upacara

Ketua Umum HMI Cabang Bandar Lampung M. Rizki Al Safar juga menambahkan, ia mengutuk keras terhadap tindakan premanisme yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap ketua DPP KNPI.

“Kami HMI Cabang Bandar Lampung meminta agar perkara tindak pengeroyokan ini untuk cepat diproses secara hukum, dan kami meminta kepada aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas para pelaku premanisme tersebut. Segala bentuk kekerasan tidak dibenarkan dalam negara demokrasi di Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga:  Kantor Desa Tajur Memprihatinkan, Masyarakat Harapkan Bupati Pesawaran Turun Tangan

Untuk diketahui, pemukulan terhadap Haris Pertama yang juga Ketua Bidang Kepemudaaan dan Olahraga Majelis Nasional (MN) KAHMI di parkiran rumah makan Garuda, Cikini, sekitar pukul 14.10 WIB.

Setibanya di lokasi dan turun dari mobil, Haris langsung dipukul beberapa orang yang tidak dikenal. Dia disinyalir telah dibuntuti sejak dari rumah.

Haris dipukul pelaku menggunakan batu dan benda tumpul lainnya. Beberapa saat kemudian, beberapa pelaku lalu kabur dengan menggunakan sepeda motor. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here