Lampung Selatan (HO) – Dalam pembangunan Bakauheni Harbour City akan menggunakan seluas 159,8 hektare, Dengan rincian pemerintah Provinsi Lampung seluas 14 hektare, PT ASDP 40,9 hektare, PT Hutama Karya 43 hektare, minjerial kedaton 61 hektare.
Demikan diungkapkannya saat memberikan sambutan kegiatan Ground Breaking Bakauheni Harbour City, di Menara Siger, Kecamata Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (27/10/2021).
“Terkait pembangunan pariwisata perlu saya sampaikan pembagunan pariwisata terintegrasi di Bakauheni ini telah mendapatkan proyek strategis nasional berdasarkan Permenko bidang pereknomian nomor 7 tahun 2021,” katanya.
“Pembangunan pariwisata yang terintegrasi di Pelabuhan Bakauheni dirancang dengan The Creativity Thousand Konsep. Dimana pembanguan HBC ini menjadi destinasi dan daya tarik wisata. Sekaligus menjadi suatu sistem penghubung jaringan pariwisata,” ungkapnya.
Arinal mengatakan pada hari ini pihaknya akan membangun kawasan pariwisata yang terintegrasi dengan Kabupaten Lampung Selatan khususnya dengan Pelabuhan Bakauheni.
“Atas nama pemerintah Provinsi Lampung, kami mengucapkan terimakasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada Pak Wamen. Dan selamat datang kepada Pak Wamen di Provinsi Lampung,” katanya.
“Masyarakat Provinsi Lampung sangat mendukung program pemerintah pusat yang begitu gencar melalukan pembangunan ini. Beliau betul-betul konsentrasi dan mempunyai semangat dalam rangka membangun Lampung. Walaupun Lampung ini punya Indonesia tetapi beliau betul-betul mengapreasi kita, dari sistem industrial,” ungkapnya.
Arinal mengatakan sistem pariwisata yang terintegrasi dengan Pelabuhan Bakauheni akan dapat terwujud.
“Setelah pembangunan ini, Insyaalah pembangunan lainnya akan dilakukan. Yakni pembangunan Bandara Internasional, Rumah Sakit Internasional. Yang pada hakikatnya dapat membantu masyarakat baik di Sumatera, Kalimantan maupun Lampung itu sendiri,” kata Arinal.
“Karena pandemi covid ini, pembangunan bandara sempat tertunda. Moga-moga pembangunannya akan segera dilanjutkan,” jelasnya.
Arinal mengatakan untuk pembangunan keseluruhan Bakauheni Harbour City menghabiskan 159,8 hektare.
“Dengan rincian pemerintah Provinsi Lampung seluas 14 hektare, PT ASDP 40,9 hektare, PT Hutama Karya 43 hektare, minjerial kedaton 61 hektare,” katanya.
“Saya memperkenankan masyarakat untuk bisa melihat dari dekat. Namun tetap jaga jarak, jangan berdempetan. Karena kita mendapatkan predikat terbaik penanganan Covid-19 dan masuk ke ppkm level 1 di luar pulau jawa. Artinya kita yang terbaik. Tapi kita tetap jangan lalai, tetap menjaga jarak dan menggunakan masker. Supaya tidak terjadi penularan Covid-19,” pungkasnya.
Dalam acara Ground Breaking tersebut Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Direktur PT ASDP Ferry Indonesia Bakauheni Ira Puspa Dewi, Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto melanjutkan acara dengan prosesi pencangkulan sebagai dimulainya pembangunan Bakauheni Harbour City. (Rls/Red)
