Minimalisir Penyebaran Covid-19 UPRS Wilayah VIII, Terapkan Standar 3T + 6M

 Editor: M.Ismail 
dan Pemukiman DKI Jakarta Asih Sumaretmi, S.sos, M.Pd

Jakarta (HO) – Guna meminimalisir penyebaran Covid-19 Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Wilayah VIII, Terapkan standar testing, tracing, treatment (3T) dan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menempelkan peta persebaran hunian yang didalamnya terdapat informasi unit warga telah dinyatakan positif melalui hasil tes PCR (6M).

Ketua UPRS Wilayah VIII Dinas Perumahan dan Pemukiman DKI Jakarta Asih Sumaretmi, S.sos, M.Pd mengatakan bahwa UPRS Pulogebang dan gugus covid RW 011 Pulogebang Jakarta Timur sudah menjalankan standar 3T sedangkan 6 M.

“Penerapan protokol kesehatan tersebut selalu terus dipantau oleh Komandan Regu, masing-masing, untuk regu III keamanan Rusun yang kali itu bertugas Pak Jaelani,” ungkapnya, Rabu (30/6/2021).

Sejauh ini lanjutmya, Rusun Pulogebang sendiri sudah menerapkan testing kontak dilanjutkan dengan penelurusan kontak erat (tracing) bagi warga yang dinyatakan positif melalui hasil tes lalu perawatan ke pihak rumah sakit rujukan secara tanggal oleh gugus tugas covid yang selalu intens komunikasi dengan kami (treatment).

Baca Juga:  Majukan UMKM, HUT IKWI Nanda Indira Dendi Terima Award Perempuan Inspiratif

“Upaya kami membuat peta penyebaran agar mempermudah informasi, meminimalisir penyebaran serta mengedukasi warga agar mengetahui unit-unit mana saja yang sudah terpapar supaya lebih waspada lagi pandemi ini. Kami secara berkala terus menghimbau kepada warga agar tetap menjalankan proses Covid selama beraktifitas diluar rumah,” ujarnya.

Dia menyebutkan, perihal warga yang sudah ditanyatakan positif pihaknya berkomunikasi dengan pihak puskesmas kelurahan untuk ditentukan kepada warga tersebut dalam perawatan secara isoman ataupun dirujuk.

Baca Juga:  Srikandi Dermawan Bantu Dua Warga Sakit dan Bagikan Santunan 50 Anak Yatim Piatu

“Kami kembalikan kepada pihak kesehatan setempat yang memiliki kewenangan dan kemampuan. Terkait adanya tren kenaikan Covid secara umum di DKI serta khusus di Rusun Pulogebang kami selalu berkomunikasi dengan gugus tugas, puskesmas Pulogebang,” terangnya.

Pihaknya terus menghimbau agar selalu menerapkan prokes hingga menggalakkan program vaksin massal yang juga menjadi prioritas dengan target sembilan puluh persen warga dapat mengikuti. Inipun sudah di sampaikan baik secara lisan maupun tertulis diedarkan ke RW diteruskan ke RT setempat.

“Adapun, terkait intruksi dari pak Gubernur maupun Sekda jika dirusun Pulogebang akan dijadikan tempat Isoman kami terlebih dahulu menyiapkan SDM sambil berkonsultasi dengan pihak puskes yang paham dan berwenang,” pungkasnya. (Fajar)

dan Pemukiman DKI Jakarta Asih Sumaretmi, S.sos, M.Pd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here