Ratusan Juta Dana Penyertaan Modal Diduga Raib, BUMD Pesawaran Terancam Bangkrut

 Editor: M.Ismail 

Pesawaran (HO) – Sebanyak ratusan juta Dana Penyertaan Modal tahun 2020 diduga raib, mengakibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Pesawaran terancam bangkrut, pasalnya total penyertaan modal dari Rp 1.367.000.000 dan hanya menyisakan saldo kas sebesar Rp.105.322.548,- di akhir tahunnya.

Hal tersebut terungkap saat investigasi yang dilakukan media ini pasca Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar 18 Januari 2021.

Tidak ballancenya modal dan pemasukan dengan pengeluaran selama 1 tahun diduga menjadi biang kegagalan BUMD Kabupaten Pesawaran.

“Memang BUMD Pesawaran terlihatnya seperti baik, namun kenyataannya masih kurang sehat, saya akui itu,” ujar dirut BUMD Pesawaran, Ahmad Muslimin, Sabtu (6/3/2021).

“Kita sudah sampaikan di RUPS bahwa jika di 2021 tidak ada modal penyerta BUMD Kabupaten Pesawaran akan stagnan, namun kami akan tetap berusaha untuk terus berjalan,” timpalnya.

Baca Juga:  Majukan UMKM, HUT IKWI Nanda Indira Dendi Terima Award Perempuan Inspiratif

Ahmad Muslimin mengaku dirinya tidak mendapatkan gaji sepeserpun dari BUMD Pesawaran, bahkan dirinya telah menjual motor, mobil bahkan sapi miliknya untuk BUMD Pesawaran.

“Terkait hutang piutang yang Abang sebut tadi, namanya orang hidup ya punya hutang, bagaimana saya bisa bertahan hidup kalau ngak hutang, gaji saya gak punya, saya punya motor, mobil dan sapi, saya jual untuk BUMD Pesawaran,” sebutnya

“Kalau saya bangga mengelola dana itu, walaupun hasilnya masih belum sehat,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Bagian Pengembangan Perekonomian Daerah Kabupaten Pesawaran, Mernilitayanthi mengungkapkan, Dana Penyertaan BUMD Pesawaran tahun 2021 belum diproses dan sedang dalam evaluasi.

Baca Juga:  Pelantikan PD DMI, Bupati Pesawaran: Harapkan Organisasi Berkembang

“Sedang diproses pak, administrasinya masih harus dinilai terlebih dahulu, karena untuk memberikan dana penyertaan itu kita harus lihat antara yang lalu dan yang akan datang,” ungkapnya.

Ditambahkan, evaluasi yang dilakukan secara keseluruhan tidak hanya manajemen BUMD Pesawaran.

“Evaluasi secara keseluruhan apakah cara kebijakan direkturnya maupun Dalam bentuk bagaimana dia me-managenya, pokoknya keseluruhan pak,” tambahnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2020 BUMD Kabupaten Pesawaran memiliki saldo kas Rp.1.383.209.694,- dengan penjabaran:
1. sisa saldo kas : Rp.16.209.694,-
2. Penyertaan modal pemerintah Kabupaten Pesawaran : Rp.1.000.000.000,-
3. Modal lainnya : Rp.367.000.000.

Pemasukan penjualan : Rp.1.431.204.510,-
Pengeluaran : Rp.2.692.881.962,-
Sisa saldo kas : Rp.105.322 548,-. (Randy/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here