Minggu, April 14, 2024

Berlindung Dalam Masjid, Pelaku Tusuk Istri Polisi Ditangkap

Dompu NTB (HO) – Salah satu pelaku Feriansya alias Feri (33) pelaku penikaman istri polisi hingga tewas yang coba kabur ditangkap dalam masjid, Senin malam 21 Desember 2020. Pelaku yang hendak diamuk massa yang marah terpaksa dikeluarkan paksa dari dalam masjid. Polisi terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan massa yang marah dan ingin menghakimi pelaku.

Niko salah satu warga mengatakan, pelaku yang awalnya sebelum melakukan penusukan pada Intan Komala Sari salah seorang istri anggota Polres Dompu berkelahi dengan kakaknya.

Lalu pelaku dinasehati oleh korban karena diduga sudah dikuasai minuman beralkohol melihat korban masuk ke dalam halaman rumah korban langsung ditusuk di bagian dada sebelah kiri korban hingga tembus jantung.

Korban yang masih kuat meminta tolong pada masyarakat dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sementara pelaku melarikan diri ke dalam masjid.

“Diduga korban yang sudah banyak mengeluarkan darah akhirnya meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dompu beberapa jam kemudian,” kata dia.

Kemudian massa yang mengetahui pelaku berada di masjid langsung menghakimi pelaku beruntung aparat Kepolisian langsung mendatangi lokasi.

Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan aparat Kepolisian terpaksa mengevakuasi pelaku secara dramatis hingga tembakan peringatan mewarnai evakuasi pelaku dari dalam masjid.

Masyarakat yang sangat marah tidak menghiraukan tembakan peringatan hingga terpaksa pelaku dilarikan dengan cara diseret oleh aparat Kepolisian.

Sampai berita ini diturunkan pelaku telah ditahan di Polres Dompu sementara keluarga korban dan aparat Kepolisian belum bisa dimintai keterangan. (Net/Red)

Berita Populer

Isu Minta THR, Tomas: Buktikan…!!!, Segera Buat Laporan Ke APH

Pesawaran (HO) - Tokoh Masyarakat (Tomas) dan juga tokoh adat Kabupaten Pesawaran Lampung, Erland Syoffandy gelar Suntan Penatih meminta semua pihak yang menggelontorkan isu...
error: Content is protected !!