Kamis, Juni 13, 2024

Terlibat Dugaan Pungli, Kaur Cilimus Di Berhentikan, Ancaman Penjara Menanti

Pesawaran (HO) – Kepala Urusan (Kaur) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Cilimus Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Waluyo Sugito dinonaktifkan jabatannya setelah diduga melakukan pungutan liar dalam pembuatan Kartu Keluarga sementara kepada warga desa setempat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Cilimus saat dikonfirmasi, Jumat (18/12) melalui sambungan telepon.

“Sementara kita non-aktifkan untuk menjaga kondusifitas di lingkungan pemerintahan desa, karena kami memang menentang keras pungutan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Langkah tersebut diambil setelah dirinya meminta pendapat pihak-pihak terkait agar roda pemerintahan desa tetap berjalan dengan baik sehingga masyarakat bisa tetap dilayani secara maksimal.

“Agar tidak gaduh dan tidak menimbulkan persepsi buruk di mata masyarakat ya kita non-aktifkan sampai urusan yang bersangkutan selesai,” kata dia.

Baca Juga:  Kejati Sumsel Kembali Tetapkan Satu Tersangka Kasus Korupsi Pengelolaan Jaringan

Diberitakan sebelumnya, Kepala Urusan (Kaur) Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Waluyo Sugito diduga melakukan pungutan liar (pungli) pembuatan Kartu Keluarga sementara warga Desa setempat.

Salah seorang warga menceritakan, dirinya dan istri hendak membuat Kartu Keluarga sementara guna persyaratan peminjaman modal usaha, namun dirinya dimintai sejumlah uang oleh Waluyo Sugito.

“Kami orang susah pak, istri mau buka warung kecil-kecilan jadi pinjam koperasi, waktu ngurus KK sementara malah diminta Rp.150 ribu,” ujarnya, Kamis (17/12) dikediamannya.

Baca Juga:  Dugaan Tipikor PDAM Way Khillau Terus Didalami Pidsus Kejati Lampung

Karena kebutuhan mendesak akhirnya dia memberikan apa yang diminta Waluyo Sugito namun tidak sepenuhnya.

“Daripada tidak bisa pinjam koperasi ya saya kasih saja pak, namun cuma Rp.100 ribu saja, karena memang saya juga mau ngambil uang sakit (berbunga),” lanjutnya.

Saat dikonfirmasi, Waluyo Sugito membenarkan adanya pungutan tersebut, hanya saja dia beralasan dan yang diambil untuk membuat KTP maupun KK untuk kemudian hari.

“Jadi uang itu saya ambil untuk membuat KTP dan KK mereka, daripada nanti uangnya habis, karena mereka ambil pinjaman ke koperasi kan saya yang ngurus,” kilahnya. (Ran/Red)

Berita Populer

Jelang Konferkab, Ketua PWI Pesawaran: Jangan Ada Intervensi Anggota

Pesawaran (HO) - Menjelang Konferensi Kabupaten (Konferkab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran Lampung, yang akan di gelar pada akhir Juni 2024 mendatang, seperti...

Kembangkan E-Katalog Lokal, Pemkab Pesawaran Gelar Sosialisasi Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa

Pesawaran (HO) - Pemerintah Kabupaten  Pesawaran Provinsi Lampung  melalui Bagian pengadaan barang dan jasa, menggelar kegiatan Sosialisasi Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)...
error: Content is protected !!