Hadapi Bencana Banjir, Pemprov Sumsel Tingkatkan Stok Bantuan

 Editor: M.Ismail 

Sumsel, (HO) – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meningkatkan stok bantuan bencana untuk menghadapi kemungkinan terjadinya banjir dan tanah longsor pada musim hujan yang mulai terjadi pada Oktober 2020.

“Stok bantuan bencana yang ditingkatkan itu terutama beras sehingga jika sewaktu-waktu terjadi banjir dan tanah longsor bisa segera disalurkan kepada masyarakat,” kata Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya di Palembang, Rabu (21/10/2020).

Menurut dia, stok bantuan itu perlu disiapkan dalam jumlah maksimal terutama di daerah yang tergolong rawan bencana yang biasa terjadi setiap musim hujan.

Baca Juga:  Tingkatkan Produksi, PTPN VII Unit Pagar Alam Terus Berinovasi

Dengan tersedianya bantuan dalam jumlah maksimal, jika sewaktu-waktu terjadi bencana di suatu daerah, korbannya bisa dibantu dengan cepat sehingga dapat mencegah terjadinya masalah sosial di lokasi bencana.

“Jika diketahui masyarakat mengalami bencana banjir dan tanah longsor, bisa segera diberikan bantuan sehingga dapat dicegah timbulnya masalah sosial seperti rawan pangan,” ujarnya.

Bantuan tersebut sifatnya sebagai perlindungan sosial kepada masyarakat yang benar-benar layak menerimanya, untuk menyalurkannya akan dilakukan secara selektif sehingga tepat sasaran.

Beberapa daerah berpotensi terjadinya bencana tanah longsor yang menjadi pusat perhatian seperti Kabupaten Lahat, Empat Lawang dan Kota Pagaralam, mengingat daerah tersebut berada di dataran tinggi.

Baca Juga:  Kapolres Pesawaran Ikuti HUT Bhayangkara Ke-76, Jokowi: Polri Hadir Tanpa Jeda Waktu, Demi Indonesia Damai

Sedangkan daerah yang kemungkinan berpotensi terjadi bencana banjir adalah yang berada di kawasan dataran rendah seperti Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, Musirawas, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir.

“Masyarakat yang berada di daerah tersebut diimbau meningkatkan kewaspadaan dari ancaman bencana itu sehingga diharapkan permasalahan sosial akibat dampak bencana pada musim hujan dapat dihindari atau paling tidak bisa diminimalkan,” ujar Mawardi (Ant/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here